Contoh Pidato dan Ceramah Agama Islam tentang Bersyukur

bersyukur

Contoh Ceramah Pidato Agama Islam Tentang Bersyukur – Setiap apa yang kita peroleh, hendaklah kita selalu mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Karena apa yang kita peroleh, sejatinya berasal dari Dia sang Maha Pemberi Rizqi.

 

Contoh Ceramah Agama Singkat tentang Bersyukur

Assalamu’alaikum Wr Wb

Yang terhormat bapak / ibu hadirin yang dirahmati oleh Allah

Serta generasi muda yang sangat saya banggakan.

Sebelunya, marilah kita panjatkan syukur kita kepada Allah SWT atas berkah dan nikmat yang senantiasa Allah berikan kepada kita semua. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul disini dengan sihat wal afiat.

Coba kita bayangkan, bila kemudian Allah mencabut salah satu nikmat yang diberkan kepada kita? Apa yang akan terjadi? saya tidak yakin kita semua dapat berkumpul di sini dengan kondisi yang sehat dan berbahagia.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang karenanya kita dapat menikmati hidup di zaman penuh hikmah dan cahaya ilahi. Semoga sholawat serta salam yang selalu kita curahkan ini, dapat membawa kita memperoleh syafaatnya di yaumul qiyamah nanti.

Mengingat waktu yang tidak terlalu lama, maka ijinkanlah saya langsung memulai ceramah singkat ini tanpa basa-basi.

Bapak / ibu hadirin sekalian yang dirahmati Allah

Bersyukur merupakan suatu perbuaatan yang tujuannya adalah berterimakasih kepada Allah karena segala nikmat yang diberikan kepada kita semua. Sebagai hamba Allah yang taat, hendaklah kita selalu berucap syukur terhadap nikmat yang Allah berikan, tanpa melihat besar kecilnya nikmat yang Allah berikan kepada kita semua.

Berkaitan dengan syukur, Allah SWT berfirman dalam Al Quran surah Ibrahim ayat 7 yang berbuny:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Bapak / ibu hadirin sekalian yang dirahmati Allah

Pada dasarnya, bersyukur itu dibedakan menjadi tiga macam. Bersyukur dengan lisan, bersyukur dengan badan, dan juga bersyukur dengan hati.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan saat bersyukur menggunakan lisan adalah mengucap alhamdulilah saat kita diberikan nikmat oleh Allah SWT. Selain itu, bersyukur dengan lisan dapat juga kita lakukan dengan mengakui atas segala apa yang kita peroleh itu semata-mata berasal dari Allah SWT. Berperilaku merendah dan tidak berkata sombong merupakan salah satu cara kita bersyukur dengan lisan.

Bersyukur dengan badan dapat kita lakukan dengan cara mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT. Sedangkan bersyukur dengan hati adalah Mengasingkan diri di hadapan Allah SWT. dengan cara konsisten tetap menjaga atas keagungan Allah SWT.

Bapak / ibu hadirin sekalian yang dirahmati Allah

Tanda – tanda seseorang itu bersyukur dengan lisan yaitu lisannya selalu bersyukur apabila medapat nikmat dari Allah, misalnya dengan mengucap hamdalah. Sedangkan tanda – tanda orang yang syukur dengan badan adalah orang yang senantiasa beribadah, kenyataan ini dapat direalisasikan dengan bentuk perbuatan. Sedangkan bersyukur dengan hati adalah orang yang selalu menjaga harinya dan senantiasa bersyukur dengan melalui hatinya, yang tercermindari perbuatannya.

Bapak / ibu hadirin sekalian yang dirahmati Allah

Apa bila kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, sesunguhnya itu demi kebakan kita sendiri, sesuai dengan firman Allah yang tertera dalam Alquran surat An-Naml ayat 40 yang berbunyi:

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

Artinya: “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Bapak / ibu hadirin sekalian yang dirahmati Allah

Semoga kita termasuk hamba – hamba Nya yang senantiasa selalu bersyukur. Amin

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas kekurangan Wassalam Wr Wb

Baca juga contoh pidato lainnya pada artikel pidato agama semoga dapat membantu

Contoh pidato dan ceramah singkat tentang sedekah

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *