Pengertian Interaksi Sosial dan Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Interaksi Sosial adalah suatu hubungan sosial yang berkaitan dengan hubungan antar individu dengan individu, Individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.  Interaksi sosial inilah yang berperan dalam membentuk kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Tanpa adanya interaksi sosial, sudah tentu kita tidak akan mengenal satu sama lain. Hal buruk yang terjadi bila interaksi sosial tidak terbentuk adalah kejahatan yang semakin meningkat karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap sesamanya.

Memahami dengan baik bagaimana melakukan interaksi sosial akan sangat membantu kita dalam memahami permasalahan yang ada disekitar kita. Bila Anda sudah menjadi orang tua, interaksi dengan anak mungkin akan berbeda ketika Anda berinteraksi dengan teman kerja atau teman satu rt.  Bila Anda adalah seorang guru, maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana membuat hubungan antara siswa dengan guru begitu juga antara guru dengan murid dapat terjalin harmonis. Bila interaksi sudah terbentuk dengan baik, maka kegiatan pembelajaran juga akan berjalan dengan lancar.

 

Pengertian interaksi sosial menurut para Ahli

Berikut ini adalah pengertian dan definisi interaksi sosial menurut para ahli

Macionis

Menurut Macionis, interaksi sosial adalah suatu bentuk tindakan balasan dan bertindak seseorang terhadap lingkungan sekitar ataupun terhadap individu lain.

Broom dan Zlesnic

Kedua Ahli ini berpendapat bahwa interaksi sosial merupakan suatu bentuk tindakan seseorang yang didasarkan pada kesadaran diri dan menyesuaikan tindakan balasan sesuai dengan tindakan yang dilakukan oleh orang lain.

 

Sehingga bisa dikatakan bahwa interaksi sosial tidak sepenuhnya dan tidak selalu dapat berjalan dengan lancara karena faktor human. Seperti kita ketahui bahwa setiap kepala memiliki isi yang berbeda-beda, baik itu orang kembar sekalipun pasti ada perbedaan yang mendasar dari setiap pemikiran mereka.

 

Syarat Terbentuknya / Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat terbentuk dengan syarat sebagai berikut:

Kontak Sosial

Syarat pertama agar interaksi sosial dapat terbentuk adalah kontak sosial. Kontak sosial dapat diartikan sebagai hubungan emosional antar individu, dapat pula diartikan sebagai saling menyentuh, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kontak sosial tidak selalu diartikan sebagai menyentuh badan seseorang agar terjadi interaksi antara sesamanya. Saat kita memberikan senyuman kepada seseorang, itu sudah dapat dikatakan sebagai kontak sosial meskipun kita tidak menyentuh bagian tubuh orang lain yang kita ajak berinteraksi.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain dalam setiap kehidupannya. Meskipun terkadang beberapa hal dapat ia lakukannya sendiri, tapi kehadiran orang lain akan sangat membantu. Sehingga melakukan kontak sosial yang baik akan sangat menolong hidupmu dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam melakukan kontak sosial, kemampuan menyampaikan pesan baik secara langsung ataupun menggunakan media sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika melakukan kontak sosial. Misalnya ketika berbicara atau ingin mengutarakan sesuatu, karena struktur bahasa dan cara penyampaian yang tidak tepat, orang yang kita ajak berinteraksi kemungkinan akan sulit memahami apa yang Anda maksud. Pada akhirnya, kesalahpahaman inilah yang dapat memicu munculnya masalah seperti menyinggung perasaan orang lain, membuat mereka marah, atau yang lebih buruk adalah terjadinya kejahatan sosial.

Kontak sosial dibedakan menjadi tiga jenis seperti yang telah disebutkan di atas.

Kontak sosial antar individu: adalah hubungan yang terbentuk antar individu, contohnya dengan teman, guru, orang tua atau dengan pacar

Kontak sosial individu dengan golongan: merupakan interaksi yang terjadi antara individu dengan golongan, contohnya seorang camat dengan masyarakatnya, seorang guru dengan anak didiknya, seorang perwira dengan anak buahnya dan lain sebagainya.

Kontak sosial antar golongan: adalah interaksi yang terjadi antar beda golongan. Contoh partai A dengan partai B dalam mengusung calon pemimpin.

 

Komunikasi

Komunikasi adalah syarat yang ke dua terjadinya interaksi sosial. Syarat yang ke dua ini akan terbentuk secara alamiah bila syarat pertama telah terpenuhi. Karena tidak mungkin ada komunikasi bila sebelumnya tidak terjadi kontak.

Dalam bahasa latin, komunikasi itu disebut dengan istilas communis yang memiliki arti sama. Jadi bila disederhanakan, komunikasi dapat terjadi bila ada kesamaan dari dua individu, ataupun golongan. Paling tidak, mencoba menyamakan.

Komunikasi itu sendiri memiliki banyak arti, sehingga akan menimbulkan penafsiran yang berbeda-benda. Pada pembahasan kali ini, wawasan edukasi mengambil makna komunikasi sebagai alat penghubung antara individu dengan individu, individu dengan golongan, golongan dengan golongan.

Komunikasi dapat terjadi bila sebelumnya ada kontak, bila tidak, maka orang lain akan lalu saja di hadapan kita.

Beraneka macam tujuan seseorang melakukan komunikasi. Tergantung dari situasi dan kondisi.

Bila kita sedang berada di jalan, komunikasi terjadi karena kita kebingungan arah mungkin, sehingga kita berusaha melakukan kontak dengan orang lain dengan tujuan dapat berkomunikasi sehingga kita bisa menanyakan arah jalan dengan benar.

Bila dalam kegiatan pembelajaran, komunikasi terjadi antara guru dengan peserta didik. Tujuannya jelas, untuk membahas suatu permasalahan ilmu pengetahuan. Peserta didik membuka komunikasi dengan guru untuk menanyakan sesuatu yang kurang jelas menurutnya. Sehingga guru akan memberikan jawaban supaya peserta didik itu memahami apa yang disampaikannya.

Dari permasalah ini, memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik tentu haruslah dimiliki oleh setiap individu. Bila dalam pepatah, mulutmu harimaumu.

Baca juga: Pengertian Belajar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *