30+ Contoh Pidato Agama Singkat dengan Tema yang Lengkap

Contoh Pidato Agama Singkat -Berpidato atau pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan umum. Seseorang berpidato bisa karena keinginan sendiri atau disuruh orang lain. Sebagai seorang pendakwah, pidato merupakan salah satu momen terbaik untuk dirinya melakukan dakwah.

Sudah menjadi tugas kita sebagai umat islam untuk selalu tolong menolong dalam hal kebaikan.

Tolong menolong pada intinya adalah memberikan kebaikan kepada orang lain, baik berupa jasa, ilmu, harta dan juga tenaga. Pada intinya yang penting adalah keikhlasan dalam memberikan pertolongan.

Saat ini, banyak orang yang menilai bahwa menolong atau meminta tolong itu harus menggunakan uang. Padahal, sejatinya bukanlah demikian.

Sebagai manusia, kita ditakdirkan untuk selalu membutuhkan orang lain, dan itu adalah fitrahnya manusia. Jadi, pada intinya kita hidup di dunia ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan atau meminta bantuan orang lain. Pasti suatu waktu kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Maka dari itu, janganlah pernah pelit memberikan bantuan kepada orang lain. Di sinilah letak urgensi manusia yang beriman.

Pada artikel kali ini, kami akan memberikan contoh pidato singkat tentang tolong menolong dalam hal kebaikan. Semoga ini dapat bermanfaat bagi kalian semua.

Karena terlalu panjang, bagi yang mencari contoh kultum maupun ceramah, bisa dilihat pada artikel contoh kultum singkat

 

Contoh Pidato Agama Singkat

Contoh Pidato Singkat Tolong Menolong Dalam Kebaikan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمٍّد وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـَرحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـِريْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ لِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي …أَمَّـا بَعْد : قـال الله تعـالى في كتـابه الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم  وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Yang terhormat…..
Yang terhormat….

Hadirin dan hadirat yang di muliakan Alloh

Segala puji hanya milik Alloh, yang telah mengutus seorang rasul dengan membawa petunjuk dan agama yang hak. Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap dilimpahkan depada junjunan kita Nabi Muhammad SAW. dan keluarganya, para sahabatnya serta pengikutnya sampai hari kiamat.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia

Sebelum saya berpidato dihadapan saudara-saudara sekalian, terlebih dahulu marilah kita memanjatkan rasa syukur ke hadirat Alloh SWT. Yang telah memberikan nikmatnya kepada kita semua yakni nikmat iman, islam, kesehatan, sehingga pada kesempatan ini kita bisa berkumpul dan bersilaturrahmi di tempat yang berkah ini. Selanjutnya tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pembawa acara  yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berpidato dihadapan saudara-saudara sekalian. Adapun tema yang akan saya sampaikan kali ini adalah “TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN”.

Saudara seiman dan seakidah

Sesungguhnya agama islam memerintahkan kepada umatnya untuk berlaku adil dan selalu berbuat kebajikan kepada siapa saja. Sebaliknya islam melarang kepada umatnya berbuat zalim dan aniaya terhadap orang lain. Agama islam mendidik kepada setiap orang yang beriman dengan ajakan mentaati perintah-perintah Alloh dan selalu menjalankan kebajikan. Diperintahkan kepada setiap orang islam untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan melarang tolong menolong dalam kemaksiatan dan kejahatan. Alloh SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (perbuatan) kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Alloh memerintahkan kepada hambanya  yang beriman agar saling tolong menolong dalam hal positif, dan melarang segala bentuk tolong menolong dalam hal negatif, seperti permusuhan yang pada akhirnya mendatangkan dosa. Ibnu Jarir berkata: “ Yang dinamakan dosa adalah meninggalkan sesuatu yang diperintah Alloh. Sedangkan arti permusuhan adalah melampaui batas yang telah digariskan oleh Alloh dalam agama dan melampaui apa yang telah diwajibkan  Alloh atas setiap individu.

Hadirin yang berbahagia

Nabi SAW. bersabda:

عن ابي عبد الرحمن وزيد ابن خالدالجهيني رضي الله عنه قال : قال النبي صلي الله عليه وسلم مَنْ جَهَزَ غاِزيًا ِفي سَــِبيْلِ اللهِ فَقَدْ غَزاَ وَمَنْ خَلَفَ غَاِزيًا فِيْ اَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا . رواه البخاري ومسلم

Artinya : Dari Abdurrohman Zaid bin Khalid Al-juhaini ra. Ia berkata, sesungguhnya Nabi bersabda : “barang siapa mempersiapkan sesuatu untuk berperang di jalan Alloh, maka sesungguhnya ia telah berperang di jalan Alloh, dan barang siapa yang menjagakan hak milik orang yang sedang berjuang dengan baik berarti ia telah ikut berjuang”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Segala sesuatu yang menjadi keperluan dan kepentingan perjuangan di jalan Alloh, maka melaksanakannya termasuk dalam perjuangan, sebagaimana perjuangan membutuhkan ketenangan rumah tangga dan keluarganya. Oleh sebab itu orang yang membantu menjaganya dengan baik mendapat pahala sebagaimana pahala perjuangan tersebut.

Demikianlah ungkapan ajakan kepada kebaikan dan ketaatan yang mana di dalamnya memuat ajakan kepada orang Islam untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaatan kepada Alloh serta saling menasehati antar sesamanya dalam hal kebaikan yang pada akhirnya  dapat menjadikan istiqamah dalam menjalankan perintah Alloh.

Demikianlah uraian dari saya, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركـاته

Baca juga contoh pidato lainnya pada artikel Contoh Pidato Singkat

 

Contoh Pidato Singkat tentang Ibu (Biirul Walidain)

contoh pidato agama singkat tentang ibu

Bismillah…
Assalamualaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Azza wa Jalla. Ia yang mengalirkan nikmat kepada manusia, para hamba-Nya. Nikmat yang tak pernah putus dan melingkupi setiap tubuh anak Adam. Di antara nikmat itu ialah nikmat kesehatan, kesempatan, dan kekuatan yang diberikan kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul dan saling berbagi di tempat yang sederhana ini. Utamanya nikmat iman dan nikmat Islam, dua nikmat yang merupakan syarat utama sebelum memasuki gerbang surga, insya Allah.

Tiada pula henti-hentinya kita kirimkan selawat dan salam kepada tauladan, uswah, dan anutan kita, Rasulullah saw, kepada keluarganya yang mulia, kepada sahabatnya yang setia, dan kepada orang-orang yang senantiasa memegang panji kebenaran dan berjalan di setapak yang telah ia rintis, semoga kita termasuk di dalamnya.
Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla,

Sesungguhnya manhaj Islam adalah manhaj Rabbani yang dengannya Allah membedakan Islam dengan manhaj-manhaj selainnya. Di antara sifat Rabbaniyah ajaran Islam adalah perintah Allah Azza wa Jalla kepada setiap manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua mereka sebagai sebuah penghargaan atas jasa-jasa keduanya yang telah melahirkan, membesarkan, memelihara, mengasuh, dan mendidik mereka hingga menjadi manusia yang berguna. Allah berfirman dalam Q.S Al Isra ayat 23 yang berbunyi:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

yang artinya: “Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al-Israa’: 23 ).

Pada ayat ini, Allah telah menyandingkan perintah mentahuidkan-Nya dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Hal ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan ayah dan ibu.
Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah,

Tentunya, jika setiap orang ingin menghitung keutamaan orang tua atas jasa-jasa mereka terhadap anak-anaknya, maka tak seorang dapat menghitung apalagi membalasnya. Rasulullah saw pernah bersabda“Tidak mungkin seorang anak dapat membalas jasa orang tuanya kecuali apabila ia mendapatkannya sebagai budak lalu dibelinya dan dibebaskannya.”(H.R. Muslim).

Suatu ketika Ibnu Umar r.a. melihat seorang laki-laki menggendong ibunya di atas pundaknya pada saat tawaf di seputar kakbah dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji. Maka lelaki tersebut berkata,“Wahai Ibnu Umar, apakah dengan ini engkau telah melihatku membalas kebaikan ibuku?”Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun sedikit kebaikannya, akan tetapi engkau telah berbuat baik. Demi Allah, engkau akan mendapatkan pahala yang banyak dengan kebaikanmu yang sedikit ini.”(H.R. Bukhari).

Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla,
Rasulullah saw menyebutkan dosa terhadap kedua orang tua termasuk salah satu dosa besar. Akan tetapi, sangat disayangkan dari banyak manusia yang hidup di zaman ini, sudah tidak tahu bagaimana seharusnya memperlakukan kedua orang tuanya. Kita sering menyaksikan bagaimana interaksi seorang anak yang sangat tidak layak dipertontonkan kepada kedua orang tuanya, baik di depan mata kita maupun dari berbagai media yang tersebar luas di tengah-tengah kita. Jangankan untuk menolong mereka dari beban hidup yang berat, bahkan sang anak sendirilah yang menjadi beban hidup tersebut. Menyakiti perasaan dan fisik orang tua bukan lagi menjadi masalah yang tabu dikalangan manusia, menelantarkan mereka, bahkan sampai rela membunuh mereka hanya karena sebab-sebab yang sangat sepele. Inilah pemandangan hidup sehari-hari yang kita saksikan, kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian.

Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla,
Di sisi lain, karena agungnya dan besarnya hak-hak orang tua, maka Allah telah mewajibkan seorang anak untuk berbuat baik kepada mereka dalam segala keadaan, bahkan kepada orang tua yang kafir sekalipun, lebih-lebih kepada mereka yang muslim. Allah berfirman dalam Q.S Luqman ayat 15

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.” (Q.S Luqman: 15).

Ini tidak berarti kita harus taat pada mereka atas hal-hal yang bermaksiat kepada Allah karena Rasulullah saw bersabda “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah.” (H.R. Ahmad).

Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla,
Orang tua adalah pintu surga yang luas bagi seseorang yang ingin masuk ke dalamnya. Celakalah bagi mereka yang masih dapat bertemu dengan orang tuanya, namun dia terhalang dari mengecap manis dan indahnya surga yang dijanjikan oleh Allah Azza wa Jalla. Rasulullah saw bersabda bahwa “Sungguh sangat rugilah, kemudian sungguh sangat rugilah, kemudian sungguh sangat rugilah, orang yang mendapati salah satu dari kedua orang tuanya pada usia lanjut namun dia tidak masuk surga.” (H.R. Muslim).

Ibnu Mas’ud r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang amalan-amalan yang paling dicintai oleh Allah, maka beliau menjawab: “Salat tepat pada waktunya, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan jihad fii sabilillah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah,
Oleh karena itu, mari kita belajar dari kitabullah Alquran dan sunah Rasulullah saw bagaimana kita seharusnya beradab kepada kedua orang tua kita. Janganlah jadi manusia yang durhaka kepada mereka karena hal itu merupakan penghalang bagi setiap orang dari mengecap manisnya keindahan surga.

Akhir kalam, saya meminta maaf atas segala salah yang terucap karena sesungguhnya kesalahan datangnya dari diri pribadi dan setan yang terlaknat. Dan semua kebenaran hanya datang dari Allah Azza wa Jalla. Subhanakallaahumma wabihamdik asyhadu allailaaha illaah anta astagfiruka wa atubu ilaiik. Assalamualaikum Wr.Wb.

Baca juga “Ceramah singkat tentang Ibu

 

Contoh Pidato Agama Singkat Tentang Sedekah

pidato agama tentang sedekah

Assalamualaikum wr wb,

Baca: Contoh Muqaddimah pidato, ceramah dan kultum

Bapak-bapak/ibu-ibu beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat yang Insya Allah penuh barokah ini, amiiin.

Tidak lupa shalawat dan salam semoga terpanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, sang Nabi yang telah mengajarkan kita peka terhadap tetangga, sahabat, keluarga, dan karib kerabat dengan zakat dan sedekah.

Hadirin rahimakumullah
saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan sebuah pidato tentang sedekah.

sedekah mempunyai banyak sekali manfaat dan barokah diantaranya adalah :

Sedekah menjadi penyebab bertambahnya rezeki
Manfaat sedekah yang pertama adalah bahawa sedekah adalah sebab bertambahnya rezeki. Bukannya berkurang, harta kita justru akan bertambah jikalau kita bersedekah. Rasululah SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian”. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)

Bahkan di dalam Ayat yang lain Allah akan melipat pahala sodaqoh kita berlipat-lipat jumlahnya. Dalam Al-Quran Surat 6:160, Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Quran Surat: 2: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (Al Baqarah: 261).

Sedekah adalah perantara kepada tercapainya hakikat kebaikan
Diantara manfaat sedekah yang keduanya adalah bahwa sedekah adalah bukti nyata hakikat suatu kebaikan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taala dalam surat Ali Imran ayat 92:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu sukai (cintai). dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya. (Q.S Ali Imran: 92)

Malaikat akan mendoakan orang yang bersedekah dan melaknat orang yang bakhil
Manfat bersedekah yang ketiga adalah bahwa malaikat akan senantiasa berada dengan orang yang selalu bersedekah dan juga mendoakannya. Hal ini karena Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :
Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya. Kemudian malaikat yang satu berkata, Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil. (Muttafaq Alaih).

Mengangkat derajat
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah swt. akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf. Dan bagi hamba yang tawadhu karena Allah swt., Allah swt. akan mengangkat (derajatnya). (HR. Muslim).

Itulah beberapa manfaat sedekah, sebetulnya banyak sekali manffat sedekah yang akan didapat oleh seorang muslim. Karena itulah, kita tak lagi asing mendengar kisah para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang amat ringan tangan dalam bersedekah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahuanhu telah menginfakkan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan, dan Umar Radhiallahuanhu menginfakkan separoh hartanya, sedangkan Utsman Radhiallahuanhu menyiapkan bekal seluruh pasukan al-usrah. Jika kita merasa berat dengan sedekah harta, ada banyak bentuk sedekah lain yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa Senyum dihadapan saudaramu adalah sedekah (Riwayat Muslim).

Sifat kikir, merasa rugi dan juga takut miskin adalah penghalang bagi seseorang untuk membagikan hartanya yang dimiliki, apalagi sesuatu yang amat dicintai. Padahal, di balik uluran tangan atau menyedekahkan harta itu ada keutamaan yang Allah Subhanahu wa Taala janjikan.
Mudah-mudahan dengan banyaknya kita bersedekah menjadi jalan terbuakanya ridha Allah SWT.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Baca juga “Ceramah singkat tentang sedekah

 

Contoh Pidato Agama tentang Sabar

Bismillahirrrahmanirrahiim,

Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarokatuh.

Sebelumnya, marilah kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang selalu Allah berikan kepada kita semua. Kita sebagai manusia selalu melupakan nikmat-nikmat Allah yang diberikan kita, karena kita merasa terlalu kecil atau karena kita memang orang yang lupa. Padahal, semua karunia dan nikmat yang diberikan kepada Allah sekecil apapun itu, pastilah menyimpan hikmah yang begitu besar atas hidup kita.

Sholawat serta salam semoga terus tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah banyak berkorban jiwa dan raganya agar kita semua terbebas dari kegelapan masa jahiliyah menuju masa yang penuh cahaya ilahi.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Allah dan juga Nabi Muhammad senantiasa mengajak dan mengajarkan kita untuk selalu bersikap dan berperilaku sabar dalam menjalani kehidupan dan menjalani setiap masalah yang menghampiri kita.

Menurut bahasa, sabar berasalah dari bahasa arab yang memiliki arti menahan diri. bila dimaknai dalam kehidupan sehari-hari, maka makna sabar sangat luas cakupan nya.

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan sedikit penjelasan mengenai apa itu sabar dalam menghadapi cobaan dan apa saja yang harus kita lakukan agar kita memiliki atau bisa bersifat sabat? Apa saja balasan bagi orang yang sabar dihadapan Allah Subhanahu wa ta’ala? Insya Allah akan kita bahas sedikit pada kultum singkat ini.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada dasarnya setiap yang bernyawa pasti akan diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Begitu juga kita sebagai manusia yang oleh Allah dinaikkan derajatnya dari makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain. Ada beberapa ayat yang membuktikan bahwa kita adalah sebaik-baik ciptaan.

Allah berfirman dalam surat At-Tin ayat 4 yang berbunyi:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: “Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

Ayat diatas sudah cukup menjadi bukti bagi kita bahwa manusia adalah sebaik-baik ciptaan, bahkan dalam ayat yang lain kalau kita mau menelaah, dalam kisah nabi adam, akan kita dapati bahwa kita bisa menjadi makhluk yang lebih mulia dari malaikat.

Cukup pembahasan tentang ini, kita kembali kepada pembahasan awal. Jadi suatu keniscayaan bagi kita, sebagai makhluk yang paling baik diuji oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Dalam beberapa ayat juga Allah menegaskan pada kita tentang keniscayaan ini. Pada surat Al-Baqarah Allah berfirman:

Artinya: “Ataukan kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sepeti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu.”

Nah, ini dia bentuk keniscayaan akan cobaan yang Allah berikan pada kita selaku hambanya semata-mata agar kita semakin tinggi derajatnya dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Kemudian apa kaitannya dengan sabar? Kaitannya adalah semakin kita sadar akan diri kita sebenarnya, maka semakin mudah bagi kita untuk bisa bersabar dalam menghadapi cobaan. Maka, langkah pertama agar kita bisa membangun sikap sabar dalam diri kita adalah dengan menyadari bahwasanya dimanapun kita berada, kapan pun waktunya pasti tidak akan pernah lepas dari cobaan.

Konteksnya ya kembali ke awal tadi, yaitu semata-mata untuk meningkatkan derajat kita dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Hal kedua yang harus kita tanamkan dalam mindset kita adalah, semua yang Allah tetapkan untuk kita sebagai hamba-Nya pasti baik. Semua yang Allah takdirkan untuk terjadi pada kita pasti semua bertujuan baik. Penyataan seperti ini mungkin agak sangsi di telinga hadirin sekalian, tapi dalam Al-Quran Allah memberitahu kita tentang perkara ini.

Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 216 yang berbunyi:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Dalam ayat ini Allah memberi tahu pada kita bahwa apa-apa yang kita senangi belum tentu itu baik bagi kita, begitu juga sebaliknya, dan apa-apa yang menurut kita baik belum tentu juga itu baik bagi kita, begitu juga sebaliknya. Kemudian terlintas dalam benak kita, kenapa bisa seperti itu?

Jawabannya adalah karena ilmu kita miliki sangat terbatas, sedangkan ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Jadi, maka dari itu kita sebagai manusia harus selalu menanamkan dalam diri bahwa apa yang Allah beri, apa yang Allah tetapkan untuk kita adalah baik.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Dari beberapa pembahasan diatas, paling tidak ada 2 hal yang harus kita lakukan agar sifat dan sikap sabar ini ada dalam diri kita, yang pertama adalah, menyadari dengan hati bahwasanya kita sebagai makhluk-Nya tidak akan pernah lepas dari cobaan dan ujian. Cobaan dan ujian ini tidak lain dan tidak bukan semata-mata agar derajat kita tinggi disisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Yang kedua adalah, kita harus menanamkan mindset dalam pikiran dan hati kita bahwa apa yang Allah tetapkan bagi kita adalah baik, sehingga keyakinan kita akan pertolongan Allah akan selalu ada.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Dalam Al-Quran, Allah memberitakan pada kita tentang balasan bagi orang-orang yang sabar. Beberapa ayat tentang ini ada dalam surat Al-Baqarah ayat ke 153 dan 155-157. Ayat ke 153 berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar.

MasyaAllah, nikmat apa lagi yang lebih besar selain dibersamai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Allah menjadi tujuan kita, menjadi penjaga kita. Maka dari itu, hendaklah kita berlatih untuk selalu bersabar dalam situasi apapun dan ridho terhadap apa yang Allah tetapkan untuk kita.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada akhir kultum singkat ini, saya mengajak hadirin untuk selalu berusaha bersabar atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita, dengan beberapa pembahasan diatas, semoga pikiran dan hati kita menjadi lebih lapang dan tenang dalam menerima apa-apa yang Allah takdirkan untuk kita.

Allahulmuwaafiq ilaa aqwamittoriiq
Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh.

Jangan lewatkan contoh ceramah agama islam tentang kesabaran

 

Contoh Pidato Agama Tentang Akhlak

Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Para hadirin hadirat bapak-bapak ibu-ibu teman-teman tahu enggak, kalo menjawab salam itu hukumnya wajib, oleh karena itu jawab salam dengan semangat yaa!! Ok. Ane punya pantun nih…

Si jono petik daun sirih
Eh gak taunye kecampur ame daun salam
Nyok, nyok, nyok kawan-kawan mari…
Bareng-bareng kite menjawab salam…

Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil ‘alamiin Wassholaatu Wassalaamu ‘alaa Sayyidina Muhammadin Wa ‘ala aalihi Washohbihi ‘ajmaiin.

amma ba’du.

Yang kami hormati para dewan juri dan hadirin hadirat yang dimuliakan Allah SWT Aminn..

Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita beribu-ribu macam nikmat, berjuta-juta macam nikmat, sehingga apabila ranting-ranting di seluruh dunia dijadikan sebagai penanya dan seluruh air laut dijadikan sebagai tintanya niscaya tidak akan bisa, tidak akan sanggup menghitung nikmat Allah yang sangat banyak. Subhaanallah..

Kedua Sholawat beserta salam marilah kita transfer kita sms kepada junjungan kita panutan kita, number one in the world, the best man in the world, the best leader in the world, junjungan kita baginda Nabi besar Muhammad SAW. Yang telah membawa umatnya dari zaman onta hingga zaman mobil Toyota, dari zaman gelap gulita hingga zaman kijang inova, dari zaman edan hingga zaman mobil sedan, dari zaman minuman dan judi hingga zaman mobil merci. Betul engga dewan juri…!! Betul engga penonton …!!

Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya berpidato dengan judul :

Perilaku Akhlak Manusia Kepada Allah, Mahluk, dan Lingkungan

Para hamba Allah dan kekasih Rosulullah yang berbahagia.

Manusia adalah ciptaan Allah, mahluk yang sempurna (ahsani taqwiim) yang diberi amanat dan diberi tanggung jawab oleh Allah swt untuk beraktivitas tinggal di atas bumi ini. oleh karena itu manusia harus menjaga hubungan yang baik, hubungan yang harmonis berupa perilaku akhlak kepada Allah (hablumminallah) kepada mahluk (hablumminannas) dan kepada lingkungan alam sekitar.

Hablumminallah hubungan yang baik antara manusia dengan Allah adalah dengan cara beribadah dan bertaqwa kepada Allah swt.

وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ‏

Artinya: Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku. (QS. Ad dzariyat : 56)

Karena Allah swt tidak memuliakan seseorang siapapun apapun itu dari pangkat, jabatan, gelar, kepandaian. Allah juga tidak menilai seseorang itu dari bangsa, suku, bahasa, warna kulitnya. Dari sabang sampai merauke, dari timur sampai barat melainkan orang yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa kepada Allah.

Firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Hadirin hadirat yang berbahagia

Hablumminannaas hubungan yang baik antara manusia dengan manusia semua mahluk Allah wa khaliqinnaas bi khuluqin hasanin bergaul kepada manusia dengan akhlaq yang mulia. nah ini merupakan tuntunan yang diajarkan oeh agama kita yaitu agama islam agar manusia hidup saling menghormati, menghargai, mengasihi, menyayangi sehingga tercipta kedamaian dan keamanan di atas bumi ini karena agama islam adalah agama rahmatan lil’alamin.

Sebagaimana sesuai dengan firman Allah tujuan agama islam.

Dalam surat Al Anbiya ayat 107

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya: Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Kemudian perilaku akhlak kepada lingkungan yaitu dengan cara menjaga kebersihan, keindahan dan kesehatan (K3), karena dengan itu semua kita bisa menghindari kerusakan lingkungan alam berupa bencana musibah yang terjadi akibat dari kelalaian manusia.

Firman Allah dalam surat Ar Rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.

Marilah sama-sama kita lestarikan kita jaga kebersihan, keindahan, dan kesehatan jangan hanya menjadi slogan belaka, bahkan slogan umat islam ini mayoritas diamalkan oleh orang-orang di luar islam.

Oleh karena kita berharap mudah-mudahan Negara Indonesia ini dijauhkan dari segala bencana dan musibah. Dan menjadi Negara yang aman, damai, makmur dan sejahtera. Insyaallah..

Marilah sama-sama kita bershalawat kepada sayyida wa habiibina wa maulaana Muhammad SAW. Agar kita mendapatkan berkah dan syafa’atnya di hari akhir kelak.

Sahabat – sahabatku yang berbahagia.

Setelah saya menyampaikan pidato tadi, saya dapat menggaris bawahi dan mengambil kesimpulan Bahwa hendaklah kita sebagai muslim menjalin hubungan yang baik kepada Allah, manusia, dan lingkungan, agar tercipta keamanan, kedamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan umat manusia dimuka bumi ini.

Jika pedang lukai tubuh
Masih ada harapan sembuh
Jika lidah lukai hati
Entah kemana obat dicari

Melalui mimbar yang mulia ini, saya mohon dibukakan pintu ma’af apabila terdapat kekhilafan dan kesalahan dalam kata dan ucapan. Karena manusia tidak pernah terlepas dari salah dan lupa.

Daging semur pakai bawang
Lalap kacang panjang dicocol sambal terasi
Kalau ada umur kita panjang
Insya Allah… di kota kembang ini kita berjumpa lagi

Wallohu muwaffiq ilaa aqwamitthoriq Wabillahittaufik Walhidayah Warridho wal inayah Wassalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

 

Contoh Pidato Agama Singkat tentang Zakat

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk membayar zakat fitrah. Zakat fitrah adalah pembersih orang-orang yang sedang berpuasa, kecuali untuk orang fakir dan miskin.

Zakat fitrah dibayarkan mulai dari tanggal 1 Ramdhan sampai menjelang shalat Id atau sebelum shalat id. Berikut ini adalah contoh pidato singkat mengenai zakat fitrah.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah SWT,

Segala puji senantiasa kita panjatkan kepada Illahi Rabbi, yang tidak pernah bosan memberikan rahmat-Nya kepada kita sekalian sehingga pada kesempatan yang baik ini kita dapat mengikuti kegiatan kultum tanpa ada halangan suatu apapun.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw, karena dengan ajaran Islam kita bisa membedakan yang haq dan bathil berkat hidayah dari Allah SWT.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Nabi saw. bersabda:
Rasulullah saw. menjadikan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang telah berpuasa (Ramadhan) dari perbuatan sia-sia dan keji. Dan merupakan makanan bagi orang miskin. Maka barangsiapa yang menunaikan zakat sebelum shalat idul fitri, maka ia sebagai zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikan zakat sesudah shalat Idul fitri, maka ia dianggap sebagai sedekah biasa. (HR. Abu Dawud Ibnu Majah)

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Begitu pentingnya zakat fitrah bagi kita yang mampu untuk diberikan kepada fakir dan miskin. Pasalnya, ibadah kita di bulan Ramadhan bergantung pada zakat fitrah yang kita keluarkan. Bila kita sebagai orang yang tidak mengeluarkan zakat fitrah, ibadah yang kita lakukan pada bulan ramadhan akan bergantung antara langit dan bumi, yaitu tidak akan dilangsungkan kehadirat Allah swt.

Berkaitan dengan hal ini, Nabi Muhammad saw, bersabda:
Puasa bulan Ramadhan tergantung antara langit dan bumi, dan tidak akan dilangsungkan kehadirat Allah kecuali ia mengeluarkan zakat fitrahnya.

Kurang lebihnya hanya itu yang bisa sampaikan mengenai pentingnya zakat fitrah. Semoga kita semua menjadi orang yang bersih, jujur dan terhindar dari sifat tamak, gila harta dan semua sifat buruk keduniawian.

Atas perhatian bapak dan ibu hadirin sekalian, saya sampaikan terimakasih. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan kekhilafan yang saya perbuat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh.

 

Contoh Pidato Agama Singkat tentang Kejujuran

Assalmu’alaikum Wr.Wb

(Silahkan Pilih Muqodimah pidato yang anda sukai)

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara sekalian yang saya hormati!

Sebelumnya, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sehingga kita dapat berkumpul di sini dengan sehat wal afiat.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.

Para hadirin sekalian.

Jujur merupakan cerminan sejati seorang muslim. Rasulullah SAW adalah orang yang terkenal dengan kejujurannya. Dalam kehidupan sehari-harinya, beliau selalu mengedepankan kejujuran. Karena jujur adalah akhlak yang sangat baik menurut pandangan Allah SWT.

Bila kita senantiasa memeliharan kejujuran dalam hidup kita, niscaya kita akan menjadi bagian dari orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan saudara sekalian,

Kita semua setuju bahwa jujur merupakan budi pekerti yang mulia. Dengan kejujuran, seseorang perlahan akan menuju kebaikan. Apabila seseorang telah jujur dan mampu menempatkan suatu kebaikan, maka ia terbimbing menuju surga. Bukanlah Rasulullah saw. pernah bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran membimbing kearah kebaikan. Dan kebaikan itu membimbingnya ke surga. Seseorang yang jujur, maka hingga di sisi Allah ia akan menjadi orang yang jujur dan benar. Sedangkan sifat dusta membimbing seseorang pada kejahatan. Lalu kejahatan itu menyeret ke neraka. Seseorang yang biasa berdusta, maka hingga di sisi Allah kelak tetap menjadi pendusta. (HR. Bukhari Muslim)

Para hadirin yang dirahmati Allah,

Orang yang suka berterus terang dan jujur dalam segala hal kehidupan ini, maka ia termasuk memiliki sifat kenabian. Sebab tentu saja orang-orang yang jujur ini suka sekali dengan kebenaran. Karena sukanya, maka ia selalu memelihara akhlaknya dari dusta. Karena itu ia cenderung untuk melakukan kebaikan dan menegakan kebenaran agama.

Dalam Surat Maryam ayat 41, Allah berfirman:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

Artinya:

Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi. (QS: Maryam Ayat: 41)

Kemudian di bagian lain, yaitu ayat 54 diterangkan pula:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا

Artinya:

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. (QS: Maryam Ayat: 54)

Para bapak, Ibu dan saudara sekalian,

Kejujuran itu dekat dengan kebenaran. Kebenaran adalah sesuatu yang disenangi Allah. Jika Allah senang, maka pastilah Dia akan mengasihi. Dan hambaNya yang jujur, maka kelak di hari Kiamat akan disediakan tempat yang menyenangkan, yaitu surga.

Sesungguhnya kejujuran dan sikap terus terang akan membawa diri seseorang menuju ke jalan kemerdekaan jiwa. Jiwa yang merdeka bebas tanpa ikatan. Sebab orang yang selalu jujur, maka ia tidak merasa cemas dan takut kepada siapapun. Apa yang dilihatnya akan dikatakan apa adanya. Tiada tersembunyi dan terselipi kebohongan sedikit pun.

Orang yang senantiasa jujur, maka ia pun jujur terhadap dirinya sendiri, kejujuran pada diri sendiri dapat mengantarkan dirinya pada suatu kemajua. Di mana, karena jujur, akhirnya ia mengakui kekurangan dan kelemahan yang dimiliki. Jika seseorang menyadari kekuarangan dan kelemahannya, pasti ia tidak mempunyai sifat sombong. Dengan demikian tentu akan terus belajar dan berusaha untuk meningkatkan diri dan memperbaiki kelemahan yang dimiliki.

Para hadirin yang saya hormati,

Sekali lagi saya katakan bahwa orang yang jujur tidak akan takut kepada siapapun juga. Jika ia harus menghadapi bahaya dari perkataannya yang jujur, maka ia tidak akan khawatir. Bahkan ia tak segan-segan mengatakan apa adanya. Tetapi terhadap diri dan hatinya sendiri ia sangat takut. Ketakutan itu ialah jangan-jangan ia memungkiri suara hatinya sendiri. Di mana suara hati mengemukakan kebenaran.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim, hendaknya kita senantiasa bersikap jujur, di mana dan kapan saja. Dalam pergaulan sehari-hari, kejujuran perlu diterapkan. Marilah kita tunjukan kepada masyarakat bahwa seorang muslim selalu memiliki akhlak mulia.

Bilahit tayfiq wal hidayat, wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuhu.

 

Kumpulan Materi Pidato Agama

  1. Belajar Ikhlas dalam Beribadah dan Beramal
  2. Menegakkan Sholat Berjamaah
  3. Kemuliyaan Wanita
  4. Solusi Islam dalam Mengatasi Kerusakan Moral
  5. Pergaulan Generasi Masa Kini

Tambahan,

Contoh Pidato Singkat Bahasa Arab


Source: youtube.com/channel/UCY-NVFwVoiNZEwqCErwanmQ

 

Buat para pengunjung yang memiliki contoh naskah pidato, kultum, ceramah ataupun khutbah jumat, dan ingin membagikan tulisan sebagai ladang dakwah, silahkan kirim ke email wawasanedukasi@gmail.com.

Pencarian Populer

  • pidato agama
  • pidato tentang agama
  • pidato singkat tentang agama
  • contoh ceramah
  • ceramah singkat
  • contoh pidato agama
  • pidato islami
  • contoh ceramah singkat
  • teks ceramah agama
  • pidato keagamaan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *