Ringkasan Materi Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Wawasan EdukasiRingkasan Materi Keanekaragaman Hayati di Indonesia | Keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan dalam, mengingat ekosistem bioma spesies,, atau seluruh planet. Keanekaragaman hayati adalah ukuran dari kesehatan ekosistem. Keanekaragaman hayati adalah sebagian fungsi dari iklim (wikipedia).
Keanekaragaman Hayati di Indonesia terbilang cukup besar dan banyak. Letak geografis Indonesia yang menyebabkan Indonesia memiliki begitu banyak keanekaragaman hayati. Jika dibandingkan dengan negara atau daerah subtropis dan kutub, Indonesia lah salah satu negara beriklim tropis dengan beraneka ragam jenis tumbuhan maupun hewan.
Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia terlihat dari berbagai ekosistem yang ada di Indonesia, missal ekosistem pantai, hutan bakau, padang rumput, hutan hujan tropis, air tawar, air laut, dan sabana. Setiap ekosistem ini memiliki keanekaragaman hayati tersendiri. 

Flora di Indonesia termasuk dalam kawasan flora Malesiana. Malesiana merupakan suatu daerah luas yang meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Persebaran jenis tumbuhan di Indonesia tidaklah merata. Hutan hujan tropis di Kalimantan merupakan daerah yang mempunyai keaneka-ragaman tumbuhan paling tinggi. Sumatra dan Papua juga sangat kaya jenis tumbuhan. Adapun hutan di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Kepulauan Sunda mempunyai keanekaragaman tumbuhan yang paling sedikit.

Hutan di daerah Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 spesies tumbuhan tingkat tinggi. Hutan ini didominasi oleh pepohonan dari famili Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae di antaranya sebagai berikut.
  • Keruing (Dipterocarpus sp.)
  • Meranti (Shorea sp.)
  • Ramin (Gonystylus bancanus)
  • Pohon kapur (Dryobalanops aromatica)
Sebagian hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis. Hutan ini bercirikan adanya pepohonan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang tumbuh memanjat). Tumbuhan yang mendominasi hutan ini di antaranya sebagai berikut.
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Sukun (Artocarpus communis)
  • Rotan (Calamus sp.)
Keempat jenis tumbuhan ini banyak tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Di Indonesia juga ada tumbuhan endemik. Tumbuhan endemik yaitu tumbuhan yang hanya ada di daerah tertentu. Contoh tumbuhan endemik Indonesia yaitu Rafflesia. Rafflesia arnoldi merupakan tumbuhan endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh.

2. Keanekaragaman Fauna di Indonesia

 

Keanekaragaman Fauna di Indonesia

Persebaran fauna di Indonesia tidaklah merata. Pada awalnya Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Berdasarkan pengamatannya, pada tahun 1859 Wallace menetapkan dua wilayah utama persebaran fauna dengan menggambar garis batas di sebelah timur Kalimantan dan Bali, memisahkan fauna Indonesia bagian barat dan timur. Jadi, garis Wallace memisahkan wilayah Oriental (Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australian yang meliputi Papua dan pulau-pulau di sekitarnya.

3. Fauna Daerah Oriental

Daerah Oriental meliputi Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Fauna Oriental ini memiliki ciri-ciri
sebagai berikut.

  1. Banyak mamalia yang berukuran besar. Contoh gajah (Elephas maximus), banteng (Bos sondaicus), harimau (Panthera tigris), dan badak sumatra (Decerorhinus sumatrensis).
  2. Terdapat berbagai macam kera. Contoh bekantan (Nasalis larvatus) dan orang utan (Pongo pygmaeus abelii).
  3. Terdapat burung-burung dengan  warna  kurang menarik,  tetapi  dapat berkicau. Contoh   jalak   bali (Leucopsar rothschildi), elang jawa (Spizaetus bertelsi),  elang  putih (Mycrohyerax latifrons), dan  murai  mengilap (Myophoneus melurunus).

 

4. Fauna Daerah Australian

Fauna daerah Australian terdapat di Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Ciri-ciri fauna Australian sebagai berikut.

  1. Terdapat mamalia yang berukuran kecil.
  2. Banyak hewan berkantong, misal kanguru pohon (Dendrolagus ursinus) dan kuskus (Spilocuscus maculatus).
  3. Tidak terdapat spesies kera.
  4. Terdapat burung-burung dengan warna yang beragam, misal cenderawasih merah (Paradisaea rubra). Contoh fauna yang terdapat di daerah Australian yaitu (1)  Komodo (Varanus komodoensis), (2)  Babi rusa (Babyrousa babyrussa), (3)  Kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), (4)  Kuskus (Spilocuscus maculatus), (5)  Burung cenderawasih merah (Paradisaea rubra)

 

5. Fauna Peralihan

Fauna peralihan terdapat di daerah Sulawesi sampai Nusa Tenggara. Beberapa contoh hewan yang termasuk dalam kelompok fauna peralihan sebagai berikut.
1)  Anoa daratan (Bubalus depressicornis)
2)  Maleo (Macrocephalon maleo)
3)  Rangkong sulawesi (Aceros cassidix)
4)  Musang cokelat sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii)
5)  Singapuar (Tarsius spectrum)

Semoga rangkuman mengenai keanekaragaman hayati di Indonesia ini dapat membantu anda dalam menyelesaikan tugas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *