Pengertian dan Macam-macam Hipotesis Beserta Contohnya

contoh hipotesis, pengertian hipotesis, hipotesis adalah
Image: kilatstorage.com
Pengertian Hipotesis – Dalam sebuah penelitian, hipotesis merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Perumusan hipotesis skripsi, tesis, karya tulis atau publikasi ilmiah pada umumnya dilakukan setelah selesai melakukan atau menyusun kajian pustaka sebagai landasan teori dalam laporan penelitian.
Dengan dukungan landasan teori, seorang peneliti akan dapat memberikan jawaban sementara dari masalah penelitian yang telah digali sebelumnya.
Jawaban sementara dan bersifat teoritis inilah yang sebenarnya disebut dengan istilah hipotesis.

Hipotesis digunakan sebagai alat untuk menghubungkan teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta yang ada.

Berikut ini adalah beberapa definisi dan pengertian hipotesis menurut para ahli

1. Suharsimi Arikunto

Hipotesis ialah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap suatu permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data-data yang terkumpul.

2. Sugiyono (2009)

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Hipotesis dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori.

3. Margono (2004)

Menjelaskan bahwa hipotesis berasal dari kata hypo dan thesis. Hipo berarti kurang dari, sedangkan tesis berarti pendapat. Jadi, hipotesis ialah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara. Hipotesis merupakan suatu kemungkinan jawaban dari masalah yang diajukan.

4. Kerlinger (2006)

Menurutnya hipotesis merupakan pernyataan dugaan (conjectural) tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis selalu mengambil bentuk kalimat pernyataan dan menghubungkan secara umum maupun khusus antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.

5. Suryabrata (2000)

Jika ditinjau dengan teori ilmiah, hipotesis merupakan deduksi dari teori ilmiah (pada penelitian kuantitatif) dan kesimpulan sementara sebagai hasil observasi untuk menghasilkan teori baru (pada penelitian kualitatif).

6. Sudjana (2005)

Mengatakan hipotesis sebagai asumsi atau dugaan sementara mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan suatu hal yang sering dituntut untuk melakukan pengecekan.

7. Dantes (2012)

Menyatakan hipotesis sebagai praduga atau asumsi yang harus diuji melalui data atau fakta yang diperoleh dengan jalan penelitian.

8. Prof. Dr. S. Nasution (2000)

Menjelaskan bahwa hipotesis ialah dugaan tentang apa yang kita amati dalam upaya untuk memahaminya.

9. Good dan scates (1954)

Mengatakan bahwa hipotesis ialah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan dan diterima hanya untuk sementara serta dapat menerangkan fakta-fakta ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.

10. Muri Yusuf (2005)

Menurutnya, hipotesis ialah kesimpulan sementara yang belum final atau suatu jawaban yang sifatnya sementara dan merupakan konstruk peneliti terhadap masalah penelitian, yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Kebenaran dugaan tersebut harus dibuktikan dengan cara penyelidikan ilmiah.

Jadi, hipotesis adalah jawaban sementara yang bersifat teoritis yang digunakan atau alat untuk menghubungkan teori yang relevan dengan kenyataan.

Hipotesis bersifat sementara karena membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk menguji kebenarannya apakah sesuai dengan yang ada dilapangan ataukah ada penyimpangan.
Pada suatu penelitian, hipotesis merupakan harapan seorang peneliti terkait permasalahan yang telah dirumuskan.
Untuk itu, sebaiknya hipotesis dirumuskan sebelum peneliti terjun ke lapangan.
Menurut Ary, dkk., (1985: 76) ada dua alasan mengapa hipotesis sebaiknya dibuat sebelum peneliti terjun ke lapangan yaitu:
  1. Hipotesis yang menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan
  2. Dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya.

 

Selain dilakukan di awal penelitian, sebaiknya peneliti juga harus dapat menuliskan hipotesis secara baik. Beberapa tujuan mengapa hipotesis harus dibuat dengan baik yaitu:
  1. Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan
  2. Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variable yang dapat diuji kebenarannya
  3. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian
  4. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi.

 

Cara Merumuskan Hipotesis

Cara merumuskan hipotesis
Cara Merumuskan Hipotesis – lynda.com

Merumuskan hipotesis penelitian memanglah gampang-gampang susah. Tapi tidak perlu risau, di sini, wawasan edukasi akan mencoba memberikan gambaran mengenai bagaimana cara merumuskan hipotesis yang baik dan benar.

Tapi, sebelum merumuskan hipotesis penelitian, terlebih dahulu sebaiknya pahami dengan benar apa itu pengertian hipotesis.

Bila merujuk pada definisi hipotesis yaitu dugaan sementara atau jawaban sementara dari sebuah rumusan masalah dan pertanyaan penelitian. Namun, merumuskan sebuah hipotesis tetaplah harus berdasarkan pada kajian ilmiah dan juga berdasarkan fakta.

Mengacu pada teori ilmiah

Agar memudahkan proses merumuskan atau menuliskan hipotesis, alangkah baiknya bila menurunkan asumsi atau postulat atau dugaan dari sebuah kajian yang ilmiah. Sehingga pada tahap selanjutnya hipotesis ini dibuktikan secara empiris agar dapat menjadi sebuah simpulan penelitian

 

Mengacu pada fakta ilmiah

Selain menggunakn teori sebagai acuan, dalam merumuskan hipotesis dapat pula menggunakan acuan fakta. Secara umum, fakta dapat didefinisikan sebagai kebenaran yang dapat diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali dengan panca indera.

Fakta Ilmiah sebagai acuan perumusan hipotesis dapat diperoleh dengan berbagai cara, misalnya :

  1. Memperoleh dari sumber aslinya
  2. Fakta yang diidentifikasi dengan cara menggambarkan dan menafsirkannya dari sumber yang asli.
  3. Fakta yang diperoleh dari orang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk abstract reasoning (penalaran abstrak).

Selain teori dan fakta ilmiah, hipotesis dapat pula dirumuskan berdasarkan beberapa sumber lain, yakni:

  1. Kebudayaan dimana ilmu atau teori yang relevan dibentuk
  2. Ilmu yang menghasilkan teori yang relevan
  3. Analogi
  4. Reaksi individu terhadap sesuatu dan pengalaman

 

Macam-macam Jenis Hipotesis Penelitian

jenis-jenis hipotesis
Macam-macam Hipotesis
Hipotesis secara umum dibedakan menjadi dua macam bila dilihat dari posisi penempatan hipotesis yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistika.

1. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian adalah suatu hipotesis yang pada umumnya tidak membutuhkan pengujian secara statistika.
Tujuan hipotesis penelitian adalah untuk memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah dibuat.

Ada tiga macam hipotesis penelitian yaitu:

1) Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif adalah suatu hipotesis yang bersifat dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel walaupun di dalamnya bisa terdapat beberapa kategori.

Contoh kalimat pada hipotesis deskriptif:

Ho : Kecenderungan masyarakat memilih warna mobil gelap.
Ha : Kecenderungan masyarakat memilih warna mobil bukan warna gelap.

 

2.) Hipotesis Komparatif

Hipotesis Komparatif adalah dugaan terhadap perbandingan nilai dua sampel atau lebih. Dalam hal komparasi ini terdapat 2 macam, yaitu :

(1) Komparasi berpasangan (related) dalam dua sampel dan lebih dari dua sampel (k sampel).
(2) Komparasi independen dalam dua sampel dan lebih dari dua sampel (k sampel).

Contoh kalimat pada hipotesis komparatif :

Sampel Berpasangan, komparatif dua sampel
Ho : Tidak terdapat perbedaan nilai penjualan sebelum dan sesudah ada iklan.
Ha : Terdapat berbedaan nilai penjualan sebelum dan sesudah ada iklan

Sampel Independen, komparatif tiga sampel
Ho : Tidak terdapat perbedaan antara birokrat, akademisi dan pebisnis dalam memilih partai.
Ha : Terdapat perbedaan antara birokrat, akademisi dan pebisnis dalam memilih partai.

 

3.) Hipotesis Asosiatif

Hipotesis Asosiatif adalah dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih.

Contoh :

Ho : Tidak terdapat hubungan antara jenis profesi dengan jenis olah raga yang disenangi.
Ha : Terdapat hubungan antara jenis profesi dengan jenis olah raga yang disenangi.

 

2. Hipotesis Statistika

Hipotesis statistika adalah hipotesis yang merupakan rangkaian dari dua atau lebih variabel yang menjadi interest dan hendak diuji oleh peneliti.

Hipotesis statistika digunakan apabila peneliti hendak melakukan uji analisis dengan menggunakan sebagian dari keseluruhan data yang ada.

Teknis analisis semacam ini pada umumnya disebut dengan istilah statistika inferensial.

Bila hasil analisis pada hipotesis penelitian ini digunakan untuk menyimpulkan hasil analisis keseluruhan populasi, maka proses tersebut disebut dengan istilah proses generalisasi.

Hipotesis Statistika secara teori dibedakan menjadi empat macam yaitu: hipotesis nihil, hipotesis riset, hipotesis alternatif, dan hipotesis penyerah (directional hypothesis), (balian, 1982: 31).

Hipotesis nihil

Hipotesis nihil atau sering disebut dengan istilah hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan atau tidak ada hubungan antara variabel yang menjadi interest si peneliti.

Hipotesis nihil adalah hipotesis yang bisa dibilang lawan dari harapan seorang peneliti yang pada umumnya mengharapkan adanya suatu hubungan yang positif dan signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikatnya.

Hipotesis nihil atau H0 dapat diterima apabila hasil analisis menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Artinya, dalam rumusan hipotesis, yang diuji adalah ketidakbenaran variabel (X) mempengaruhi (Y).

Sebagai contoh: Tidak ada hubungan antara warna rambut dengan keterampilan membaca siswa.

 

Hipotesis Alternatif

Hipotesis alternatif (Ha) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Contohnya: Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.

Hipotesis alternatif ada dua macam, yaitu directional Hypotheses dan non directional Hypotheses (Fraenkel and Wallen, 1990:42 ; Suharsimi Arikunto, 1989:57).

Hipotesis terarah adalah hipotesis yang diajukan oleh peneliti, dimana peneliti sudah merumuskan dengan tegas yang menyatakan bahwa variabel independen memang sudah diprediksi berpengaruh terhadap variabel dependen. Misalnya: Siswa yang diajar dengan metode inkuiri lebih tinggi prestasi belajarnya, dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode curah pendapat.

Hipotesis tak terarah adalah hipotesis yang diajukan dan dirumuskan oleh peneliti tampak belum tegas bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Fraenkel dan Wallen (1990:42) menyatakan bahwa hipotesis tak terarah itu menggambarkan bahwa peneliti tidak menyusun prediksi secara spesifik tentang arah hasil penelitian yang akan dilakukan.

Pencarian Populer

  • jelaskan perbedaan hipotesis hiporatif dan hipotesis asosiatif dan contohnya
  • macam hipotesis
  • macam macam hipotesis
  • macam macam hipotesis dan contohnya
  • perbedaan hipotesis koperatif dan asosiatif dan contohnya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *