Virus dan Peranannya Bagi Kehidupan Manusia.

Wawasan Edukasi – Setiap mendengar kata virus, hampir semua orang akan memikirkan suatu hal yang menakutkan. Karena memang virus identik dengan suatu penyakit.

Akan tetapi, tidak semua virus itu adalah musuh bagi manusia, karena beberapa virus juga memiliki peranan bagi kehidupan manusia.

Pada artikel Virus dan Peranannya Bagi Kehidupan Manusia akan dijelaskan mengenai

  • Pengertian dari virus itu sendiri
  • Ciri-ciri Virus
  • Replikasi atau cara berkembang biak virus
  • Dan Peranan virus bagi kehidupan manusia.

 Diharapkan nantinya para pembaca setia Wawasan Edukasi akan dapat memahami penjelasan yang disajikan di sini.

Pengertian Virus
Virus berasa dari bahasa latin yaitu virion yang berarti racun. Virus didefinisikan sebagai racun karena memang hampir semua virus yang ada di muka bumi ini menjadi penyebab penyakit pada manusia. Tidak hanya manusia, virus juga dapat menyerang hewan dan tumbuhan.

Jika melihat sepak terjangnya, pantas saja bila setiap orang merasa ketakutan atau memiliki pikiran was-was bila mendengar kata virus. Apalagi bila dirinyalah yang sedang terserang virus.

1. Ciri-ciri Virus
Virus yang ada di muka bumi ini pada dasarnya dapat diamati melalui ciri-ciri, sifat, dan juga strukturnya tubuhnya. Akan tetapi, pengamatan virus tidak dapat dilakukan oleh kasat mata, diperlukan alat khusus agar dapat mengamati virus dengan jelas. Bilapun tanpa menggunakan alat, virus dapat dideteksi melalui gejala-gejala yang dimunculkan oleh seseorang misalnya seperti batuk, demam, flu, dan gejala lainnya yang disebabkan karena adanya virus di dalam tubuh.

Sifat Virus
Para ilmuan sepakat bahwa virus adalah makhluk hidup, hal ini dikarenakan virus memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri. Virus juga dikatakan sebagai makhluk yang tidak hidup karena beberapa alas an berikut ini:

  • Virus hanya mampu memperbanyak diri apabila ada inangnya, dalam hal ini tubuh manusia, hewan ataupun tumbuhan. Hanya di dalam sel hidup virus dapat melakukan kegiatan perbanyakan diri.
  • Virus tidak memiliki organel dan sitoplasma sebagai dasar makhluk hidup. Virus hanya tersusun atas asan nukleat (RNA dan DNA) dan selubung protein.
  • Bentuk virus pada umumnya berupa Kristal ataupu Hablur

Struktur Virus
Ukuran tubuh virus sangat kecil, hanya berkisar antara 25-300 nanometer. Pada virus influenza dan HIV virus memiliki bentuk tubuh seperti bola. Selain itu, bebera bentuk tubuh virus yang lain yaitu batang, jarum, dan huruf T.

Secara umum, bagian tubuh virus terbagi atas 3 bagian yaitu:

  • Kepala virus yang berbentuk polihedral (segi banyak). Pada kepala virus berisi materi DNA dan RNA yang berfungsi sebagai pembawa sifat virus pada saat terjadi cloning.
  • Leher kepala virus langsung berhubungan dengan ekor dari virus
  • Fungsi ekor virus adalah untuk melekatkan diri pada inangnya.

Di atas merupakan ciri-ciri umum virus yang dapat kalian pahami. Setiap virus memiliki ciri-ciri hukhus yang menjadi ciri khas dari virus itu sendiri. Pengklasifikasian virus dilakukan berdasarkan ciri khusus yang ditunjukkan oleh virus tersebut.

2. Replikasi Virus
Replikasi virus adalah peruses perbanyakan diri yang dilakukan oleh virus di dalam tubuh inangnya. Proses replikasi virus akan dapat diamati dengan jelas pada bakteri yang terkena virus. Virus yang menyerang bakteri disebut juga dengan istilah bakteriofage dan biasanya menyerang bakteri Escherichia Coli. Secara umum, terdapat dua macam replikasi virus, yaitu daur litik dan daur lisogenik.

Daur Litik
Sel hospes yang merupakan tempat daur listik virus akan hancur apabila proses replikasi virus telah selesai. Sel hospes adalah sel dimana tempat virus itu bertahan dan memperbanyak diri.

Beberapa tahapan daur listrik yaitu

  • Adsorpsi: adalah proses melekatnya akar atau ekor virus pada dinding sel bakteri.
  • Penetrasi: proses pembentukan saluran tubuh virus di dalam bakteri dengan cara memasukkan ekor virus ke dalam sel bakteri sehingga menyatu. Bila ekor virus telah masuk dan menyatu ke dalam sel bakteri, barulah virus melakukan proses pengiriman materi genetiknya (asam nukleat) melalui ekor yang telah tertancap dan menyatu. PErlu diingat bahwa kapsid atau kepala virus tetap berada di luar sel bakteri dan akan terlepas atau tidak berfungsi apabila materi genetiknya telah masuk ke dalam sel bakteri semuanya.
  • Eklifase: adalah proses pengambil alihan perlengkapan metabolic sel bakteri oleh virus. Saat metabolic sel telah diambil alih oleh virus, selanjutnya asam nukelat akan  asam  nukleat  virus  mengendalikan pembentukan  protein  dan  komponen-komponen  tubuh  virus baru  dengan  menggunakan  bahan  yang  tersedia  dalam sitoplasma bakteri.
  • Replikasi: adalah proses pembentukan bagian-bagian tubuh baru
  • Perakitan yaitu bagian-bagian tubuh virus yang terbentuk dalam replikasi selanjutnya akan membentuk virus-virus bakteriofage yang baru.
  • Lisis yaitu pecahnya sel bakteri yang mengeluarkan virus-virus baru yang akan menginfeksi bakteri dan memulai daur litik kembali.

Daur Lisogenik
Pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri. Asam nukleat virus tidak mengambil alih fungsi proses sintesis asam nukleat bakteri, tetapi menjadi bagian dari DNA bakteri. Adapun tahapan dalam daur lisogenik sebagai berikut.

  • Adsorpsi dan penetrasi, prosesnya sama dengan daur litik.
  • Penggabungan  yaitu  asam  nukleat  virus  bergabung  atau  menyisip  pada  asam  nukleat  bakteri. Gabungan asam nukleat ini disebut profage.
  • Pembelahan, pada saat bakteri membelah diri, profage ikut membelah sehingga menghasilkan bakteri-bakteri yang mengandung profage.
  • Sintesis, yaitu asam nukleat virus secara alami akan memisahkan diri dari asam nukleat bakteri untuk  memasuki  daur  litik.  Selanjutnya,  asam  nukleat  virus  akan  membentuk  partikel-partikel virus baru.
  • Perakitan, yaitu penyusunan partikel-partikel virus menjadi virus-virus baru.
  • Lisis,  yaitu  lisisnya  sel  bakteri  dengan  mengeluarkan  virus-virus  baru  yang  selanjutnya  akan mengikuti daur litik atau lisogenik kembali.

3. Peranan Virus Bagi Kehidupan Manusia
Sebelum berkembangnya teknologi, hampir semua virus yang ada di bumi ini selalu merugikan manusia, hewan dan tumbuhan. Namun setelah teknologi berkembang, ternyata ada beberapa virus yang justru memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Beberapa perananan virus bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu:

  1. Digunakan sebagai alat untuk memproduksi interferon. Interferon merupakan protein yang dihasilkan oleh sel normal sebagai respon terhadap adanya virus di dalam tubuh. Interferon ini berfungsi untuk mencegah terjadinya replikasi yang dilakukan oleh virus pada sel hospes.
  2. Profage  dapat  digunakan  untuk  mengubah  fenotip  bakteri  sehingga  bermanfaat  dalam  bidang kedokteran. Misalnya DNA virus digabungkan dengan gen manusia, yaitu gen penghasil antigen. Gabungan gen atau profage tersebut kemudian disambungkan ke DNA bakteri. Dengan demikian, fenotip sel bakteri mengalami perubahan. Sel bakteri tersebut mampu membuat antigen seperti halnya sel manusia.
  3. Dapat dimanfaat untuk membuat vaksin. Pada umumnya, vaksin yang dibuat berisi pathogen yang telah dilemahkan. Meskipun sifat patogenesisnya telah hilang akan tetapi di dalam vaksin masih terdapat sifat antigenitasnya Contoh vaksin sebagai berikut. OPV (Oral Polio Vaccine) untuk mencegah penyakit polio. HBV (Hepatitis B Vaccine) untuk mencegah penyakit kuning. HZV (Varicella Zoster Vaccine) untuk mencegah penyakit cacar air. MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk mencegah penyakit cacar air, gondong, dan campak jerman.
  4. Virus  dapat  digunakan  untuk  pembuatan  peta  kromosom  yang  sangat  penting  bagi  dunia kedokteran.

Virus yang Merugikan bagi Kehidupan Manusia
Virus dapat menyebabkan penyakit baik pada tumbuhan, hewan, ataupun manusia.

Virus yang menyerang tumbuhan

  • Virus tungro menyerang tanaman padi melalui perantara wereng cokelat.
  • Tobacco Mosaic Virus (TMV) menyebabkan timbulnya bercak kuning pada daun tembakau.
  • Turnip Yellow  Mosaic Virus (TYMV) menyebabkan penggulungan daun pada tanaman kapas.
  • Cucumber Mosaic Virus (CMV) menyerang mentimun
  • Bean Mosaic Virus (BMV) menyerang buncis.
  • Wheat Mosaic Virus (WMV) menyerang gandum.
  • Sugarcane Mosaic Virus (SMV) menyerang tebu.

Virus yang menyerang hewan

  • New Castle Disease (NCD) menyerang saraf unggas (tetelo).
  • Foot and Mouth Disease (FMD) menyerang kuku dan mulut hewan pemamah biak, contohnya sapi, kambing, dan kerbau.
  • Rhabdovirus menyebabkan penyakit rabies pada anjing, kera, dan manusia.
  • Rous Sarcoma Virus (RSV) menyebabkan tumor pada ayam.

Virus yang menyerang manusia

  • Influenzavirus menyerang saluran pernapasan.
  • Varicella zoster menyerang tubuh sehingga menimbulkan luka cacar air pada kulit tubuh.
  • Poliovirus menyerang saraf dan otak balita sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan.
  • Hepatitisvirus menyerang hati penderita sehingga membengkak.
  • Rhabdovirus menyerang sistem saraf pusat penderita.
  • Human  Immunodeficiency  Virus (HIV)  menyerang  sel  darah  putih  jenis  limfosit  T.  Virus  ini merupakan penyebab penyakit AIDS.
  • Ebolavirus menyerang sel darah putih jenis makrofag dan jaringan fibroblas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *