Pengertian dan Definisi Hasil Belajar Menurut Para Ahli

Wawasan Edukasi – Menurut pengertian secara psikologis , belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkunganya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku ( Slameto, 2010:2 ).

Bila merujuk pada definisi belajar diatas, maka sudah dapat dipastikan bahwa bagi siapa saja yang melakukan kegiatan belajar, pastilah dituntut untuk memperoleh hasil atau perubahan kegiatan belajarnya. Perubahan atau hasi tersebut digunakan sebagai bukti bahwa dirinya telah berhasil dan mampu menguasai apa yang sedang dipelajari.

Pengertian Hasil Belajar

Sanjaya (2010: 13) mengemukakan bahwa hasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan. Dengan demikian, tugas utama guru dalam kegiatan ini adalah merancang instrumen yang dapat mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan data tersebut guru dapat mengembangkan dan memperbaiki program pembelajaran.

pengertian hasil belajar, definisi hasil belajar

Hasil belajar dikatakan bermakna apabila hasil belajar tersebut dapat membentuk prilaku siswa, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya, ada kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas siswa. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.

Hasil belajar menurut Sudjana (2010:22) adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Gagne mengungkapkan ada lima kategori hasil belajar, yakni : informasi verbal, kecakapan intelektul, strategi kognitif, sikap dan keterampilan. Sementara Bloom mengungkapkan tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu : kognitif, afektif dan psikomotorik.

Winataputra (2007) menyatakan hasil belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai siswa dimana setiap kegiatan belajar dapat menimbulkan suatu perubahan yang khas. Dalam hal ini belajar meliputi keterampilan proses, keaktifan, motivasi juga prestasi belajar.

Menurut Suprijono (2013:7) hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja.

Menurut Hamalik (2004:13) menyatakan bahwa perbedaan hasil belajar dikalangan para siswa disebabkan oleh berbagai alternatif faktor-faktor antara lain faktor kematangan akibat dari kemajuan umur kronologis, latar belakang pribadi masing-masing, sikap dan bakat terhadap suatu bidang pelajaran yang diberikan. Hasil belajar siswa pada hakikatnya merupakan perubahan tingkah laku setelah melalui proses belajar mengajar. Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar.

Hasil belajar tersebut terjadi terutama berkat evaluasi guru. Hasil belajar dapat berupa dampak pengajaran dan dampak pengiring. Kedua dampak tersebut bermanfaat bagi guru dan siswa. Hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.

Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran. Hasil juga bisa diartikan adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.

Berdasarkan pendapat diatas hasil belajar adalah merupakan hasil dari suatu proses belajar mengajar yang memberikan informasi tentang sejauh mana ia menguasai materi pelajaran, bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.

Hasil Belajar dalam Sistem Pendidikan di Indonesia

Dalam sistem pendidikan nasional, hasil belajar yang akan dicapai mengacu pada hasil belajar yang diklasifikasikan oleh Bloom. Klasifikasi Bloom ini secara garis besar membagi pada tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

Ranah kognitif
Hasil belajar kognitif adalah perubahan tingkah laku yang terjadi akibat pengetahuan yang dimilikinya. Anderson & Karthwohl (2001) membuat kategori dan proses kognitif kemampuan manusia yang merupakan revisi taksonomi Bloom, sebagai berikut.

  1. Mengingat (C1), yaitu kemampuan manusia berupa kemampuan untuk mengingat kembali pengetahuan yang relevan yang tersimpan didalam memori jangka panjang. Ada dua macam kemampuani ini, yaitu kemampuan mengenal (mengidentifikasi) dan kemampuan memanggil (mengingat)
  2. Memahami (C2), yaitu seseorang dapat dikatakan memahami jika mampu membangun pengertian dari pesan pembelajaran dalam bentuk komunikasi lisan, tertulis maupun gambar.
  3. Menerapkan (C3), yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan, menggunakan suatu prosedur pada situasi baru yang disediakan.
  4. Menganalisis (C4), yaitu kemampuan seseorang untuk mengurai suatu materi menjadi bagian-bagian penyusunannya dan dapat menentukan bagaimana masing-masinng bagian berhubungan satu sama lain untuk membangun suatu struktur atau untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  5. Mengevaluasi (C5), yaitu kemampuan seseorang untuk membuat keputusan berdasarkan pada kriteria atau standar.
  6. Menciptakan (C6), yaitu kemampuan seseorang untuk menggabungkan unsur-unsur secara bersama-sama sehingga koheren atau dapat berfungsi.

Ranah afektif

Hasil belajar afektif dibagi menjadi lima tingkatan yang berhubungan dengan sikap peserta didik selama proses pembelajaran, yaitu 1)penerimaan yaitu kesediaan menerima rangsangan dengan memberi perhatian kepada rangsangan yang diterimanya; 2) partisipasi, yaitu kesediaan memberikan respon dengan berpartisipasi dalam kegiatan untuk menerima rangsangan; 3) penilaian, yaitu kesediaan untuk menentukan pilihan sebuah nilai dari rangsangan terseut; 4) organisasi, yaitu kesediaan mengorganisasikan nilai-nilai yang dipilihnya untuk menjadi pedoman yang mantap dalam perilaku,dan 5) internalisasi yaitu menjadikan nilai-nilai yang diorganisasikan untuk tidak hanya menjadi pedoman perilaku tetapi juga menjadi bagian dari pribadi dalam perilaku sehari-hari (Purwanto, 2011: 52)
Ranah psikomotorik
Hasil belajar pada ranah psikomotorik ini berhubungan dengan keterampilan motorik, manipulasi benda atau kegiatan yang memerlukan koordinasi saraf dan koordinasi badan. Ranah psikomotorik terdiri dari:
  1. Persepsi (P1), seperti penggunaan alat untuk memperoleh kesadaran akan suatu objek atau gerakan dan mengalihkan kedalam perbuatan.
  2. Kesiapan (P2), mengacu pada kesiapan memberikan respon secara mental, fisik, maupun perasaan untuk suatu kegiatan.
  3. Respon terbimbing (P3), mengacu pada pemberian respon perilaku gerakan yang diperlihatkan dan didemonstrasikan sebelumnya.
  4. Mekanisme (P4), mengacu pada respon fisik yang dipelajari dan telah menjadi suatu kebiasaan.
  5. Respon yang kompleks (P5), mengacu pada perilaku atau gerakan yang cukup rumit dan terampil.
  6. Penyesuaian pola gerakan (P6), mengacu pada kemampuan menyesuaikan respon atau perilaku gerakan dengan situasi yang baru.
  7. Organisasi (P7), mengacu pada kemampuan menampilkan pola-pola gerak yang baru yang dilakukan atas inisiatif sendiri.

Manfaat Hasil Belajar

Arikunto (2009:6-8) Hasil belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Pendidikan dan pengajaran dikatakan berhasil apabila perubahan-perubahan yang terjadi pada   peserta didik merupakan akibat dari proses belajar mengajar yang dialaminya yaitu proses yang ditempuhnya melalui program dan kegiatan-kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran tersebut memberi manfaat antara lain :

Bagi siswa

  1.  Siswa akan mempunyai motivasi yang cukup besar untuk belajar lebih giat, agar lain kali mendapat hasil yang memuaskan lagi.
  2. Memberikan umpan balik kepada siswa dan guru dengan tujuan memperbaiki cara belajar mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi siswa, serta menempatkan siswa pada situasi belajar mengajar yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliknya

Bagi orang tua
Memberi informasi kepada orang tua tentang tingkat keberhasilan siswa dalam belajar dengan tujuan untuk memperbaiki, mendalami atau memperluas pelajarannya.

Bagi sekolah

  1. Hasil belajar merupakan cermin kualitas suatu sekolah
  2. Informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum untuk sekolah itu dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah untuk masa-masa yang akan datang
  3. Informasi hasil belajar yang diperoleh dari tahun ke tahun, dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah, yang dilakukan sekolah sudah memenuhi standar atau belum. Pemenuhan standar akan terlihat dari bagusnya angka-angka yang diperoleh siswa.

 

Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu

Faktor dari dalam diri siswa
Slameto (2010:56) Faktor dari dalam diri siswa yaitu kemampuan yang dimiliki oleh siswa tersebut. Faktor kemampuan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap hasil belaajr siswa. Selain faktor kemampuan yang dimiliki siswa, terdapat juga faktor-faktor lain, seperti:

  • Perhatian. Perhatian adalah keaktifan yang tertuju pada objek. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka diperlukan perhatian siswa terhadap pelajaran. Jika siswa tidak tertarik terhadap pelajaran, maka tumbuhlah rasa bosan sehingga siswa tidak memperhatikan pelajaran. Agar siswa dapat memperhatikan pelajaran dengan baik, maka diperlukan cara penyajian pelajaran yang baik sesuai hobi dan bakat siswa.
  • Minat. Minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil belajar, apabila pelajaran tersebut diminati oleh siswa, maka siswa akan belajar dengan baik. Begitu juga sebaliknya apabila pelajaran ini tidak diminati oleh siswa. Apabila hal ini terjadi maka seharusnya pelajaran dihubungkan dengan hal sehari-hari yang menarik minat siswa.
  • Bakat. Bakat adalah kemampuan dalam belajar yang dapat dilihat setelah belajar dan berlatih. Setiap siswa memiliki bakat yang berbeda-beda.
  • Motifasi. Motifasi merupakan pendorong atau penggerak dalam mencapai suatu tujuan. Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa saja yang dapat mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau mempunyai motif untuk berpikir dan memusatkan perhatian, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang dapat menunjang hasil belajar siswa.
  • Kematangan. Kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Belaajr akan lebih berhasil jika anak sudah siap. Jadi kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar.
  • Kesiapan. Kesiapan adalah kesedian untuk untuk memberi respons atau bereaksi. Kesedian itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena kematanagn berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.

 

Faktor dari luar
Faktor dari luar yang lebih dominan mempengaruhi hasil belajar adalah metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.

Faktor eksternal merupakan faktor yang ada di luar individu. Faktor intern yang berpengaruh terhadap belajar menurut Slameto (2010:60) dikelompokan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.

  1. Faktor keluarga: Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orangtua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.
  2. Faktor sekolah: Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan guru, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pengajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
  3. Faktor masyarakat: Faktor masyarakat yang mempengaruhi belajar yaitu berupa kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat.

Faktor-faktor yang telah dikemukakan tersebut akan mempengaruhi proses belajar peserta didik dan akan berpengaruh juga terhadap hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Tinggi dan rendahnya hasil belajar berkaitan dengan faktor yang mempengaruhinya. Namun, pada umumnya hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya semangat belajar peserta didik, sarana dan prasarana di sekolah, penggunaan metode pembelajaran, dan lingkungan sekolah.

Pencarian Populer

  • Hasil belajar menurut para
  • hasil belajar menurut sudjana 2010

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *