Contoh Dakwah dan Ceramah Singkat Tentang Anjuran Berbakti Kepada Ibu

Ceramah Singkat Tentang Ibu – Berbakti kepada orang tua merupakan suatu kewajiban bagi kita semua. Tidak hanya Agama islam saja yang menganjurkan untuk berbakti kepada orang tua, melainkan semua Agama yang ada di dunia juga menganjurkan dan mengajarkan ajaran untuk selalu berbakti kepada orang tua tertuama kepada seorang ibu.

anjuran berbakti kepada ibu, contoh dakwah singkat, kultum singkat, ceramah singkat
Sumber foto: bdismkn1turen.files.wordpress.com

Anjuran berbakti kepada kedua orang tua ini berdasarkan pada firman Allah SWT sebagai berikut:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Kedua ayat tersebut menjelaskan bagaimana seorang ibu telah susah payah mengandung anaknya selama 9 bulan dan ditambah lagi selama 2 tahun untuk menyusui anaknya. Bila merujuk pada ayat tersebut, maka sudah jelasnya bila ibu yang harus didahulukan kemudian bapak. (Lihat Tafsiir ibni Katsir VII/280)  
  
Pentingnya berbakti dan utamanya berbakti kepada orang tua khususnya kepada Ibu telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana hadist yang beliau sampaikan tentang keutamaan berbakti kepada ibu sebagai berikut ini

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Nabi Muhammad mengulangnya sebanyak tiga kali pada hadist tersebut yang juga menandakan bahwa ibu adalah seorang wanita mulia yang sudah sepantasnya kita bahagiakan hatinya.

Contoh Ceramah Singkat Mengenai Pentingnya Berbakti Kepada Ibu

Berbakti merupakan suatu hal yang paling penting bagi semua anak di dunia ini. Rasa sakitnya tidak akan mungkin bisa kita balas dengan apapun di dunia ini kecuali rasa hormat dan berbakti kepada beliau. Sehingga sudah menjadi tugas kita untuk selalu taat dan membahagiakan kedua orang tua kita khususnya ibu.

Nah, berikut ini adalah contoh ceramah pendek tentang pentingnya berbakti kepada ibu.

Bismillahiraahmanirahim

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Sebelumnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua di sini.

Shalawat serta salam semoga terus tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Dan semoga kita mendapat syafaatnya di yaumul qiyamah nanti. (Amiin).

Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh ALLAH SWT….

Bila kita membicarakan tentang Ibu, saya teringat akan kisah Malin Kundang. Dalam kisah tersebut, menceritakan seorang anak yang dikutuk menjadi batu oleh Ibunya. Hal itu terjadi karena dirinya tidak mengakui ibunya kepada calon istrinya.

Namun sayangnya, pada zaman sekarang ini tidak pernah kita jumpai seorang anak yang benar-benar menjadi batu akibat kutukan ibunya karena durhaka kepada ibu.

Sekarang ini, seringkali kita jumpai seorang anak yang sudah masuk dalam kategori durhaka karena mereka sering berkata kasar, berbohong, memerintah ibu dan bahkan ada yang sampai tega berperilaku kasar kepada orang tua. Padahal ibu dengan ikhlas melahirkan, menyusui, dan merawat kita, saat kita masih lemah.

Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT telah berfirman dalam Q.S Luqman ayat 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya : “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS Luqman, 31:14)

IBU lah yang merawat kita sejak bayi, balita, hingga kita dewasa pun kasih sayangnya tidak akan hilang. Karena pengorbanan yang besar inilah, kita wajib menyayangi ibu kita, lebih dari sayang kita kepada orang lain.

Dahulu ada seseorang sahabat bertanya kepada Rasulullah

“Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?”

Nabi SAW menjawab,

“Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu dan kemudin yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu,”

Di antara keajaiban Syari’at Islam itu adalah bahwa Islam itu memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu, meskipun ia musyrik. Sebagaimana yang ditanyakan oleh Asma’ binti Abu Bakar kepada Nabi SAW tentang hubungannya dengan ibunya yang musyrik. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Ya, tetaplah kamu menyambung silaturrahmi dengan ibumu.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Di antara perhatian Islam terhadap seorang ibu dan haknya serta perasaannya bahwa Islam telah menjadikan ibu yang dicerai itu lebih berhak untuk merawat anaknya dan lebih baik daripada seorang ayah.

Keberadaan ibu yang telah diperhatikan oleh Islam dengan sepenuh perhatian ini dan yang telah diberikan untuknya hak-hak, maka dia juga mempunyai kewajiban, yakni mendidik anak-anaknya, dengan menanamkan kemuliaan kepada mereka dan menjauhkan mereka dari kerendahan. Membiasakan mereka untuk taat kepada Allah dan mendorong mereka untuk mendukung kebenaran dan tidak menghalang-halangi mereka untuk turut berjihad karena mengikuti perasaan keibuan dalam hatinya. Sebaliknya ia harus berusaha memenangkan seruan kebenaran daripada seruan perasaan.

Karena itu, ada beberapa kewajiban kita sebagai anak kepada orang tua :

  • Taat dan berbakti pada orang tua. Selama mereka tidak memerintah pada kemusyrikan, dan kita tetap menjaga tata krama dan kebaikan.
  • Mendoakan kedua orang tua. Diantara doa kita pada orang tua adalah : “robbil firli wali wa lidaya war hamhumma kama robbayani soghiro”.
  • Menjaga ucapan kita agar tetap sopan, nada bicara jangan terlalu tinggi, jangan membentak, jangan menolak ketika diperintah. Jika tidak bisa, katakan dengan baik alasannya, jangan menggerutu.
  • Itulah beberapan pedoman kita untuk berbuat baik kepada orang tua terutama terhadap ibu. Mudah-mudahan kita, ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, saudara-saudara kita, bersaudara dalam keimanan dan ketakwaan, sehingga dipertemukan kembali di Surganya ALLAH SWT atas Ridho-Nya.. Amin amin Ya robal ‘aalamin.

jadi kita sebagai anak harus berbakti kepada kedua orang tua, terutama pada ibu. Karena ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan merawat lalu membesarkan kita sampai saat ini. ibu bawel,cerewet bukan karena jahat, akan tetapi sangat menyayangi kita dan ia takut jika kita terluka.

Demikian saya akhiri kurang lebihnya mohon maaf.

Wabilahi taufik wal hidayah, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Contoh Pidato Singkat Tentang Ibu yang Menyentuh Hati

ceramah singkat tentang ibu
Cinta Kasih Ibu kepada Anaknya – ruangmuslimah.co

Assalamualaikum, Wr.Wb

Yang saya hormati …….,

Yang saya hormati …….,

Yang saya hormati bapak / ibu ….

Dan yang saya banggakan ….. sekalian yang telah berkenan hadir dalam acara seminar kemuslimahan dengan tema mempersiapkan diri menjadi seorang ibu shalihah yang diselenggarakan oleh ……

Para hadirin yang saya hormati, perkenalkan saya …… Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita panjatkan Segala puji syukur hanya kepada Allah yang tiada henti memberikan kenikmatan yang tak terhingga sehingga kita bisa berkumpul pada hari ini.

Shalawat serta salam semoga terus tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang menjadi uswah hasanah dalam kehidupan kita. Yang telah membawa kita pada cahaya islam yang sempurna.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada …. dan … yang telah memberikan kesempatakan kepada saya untuk menyampaikan beberapa hal penting berkaitan dengan persiapan menjadi seorang ibu yang ideal dan islami.

Dalam kehidupan kita, Ibu dianggap sebagai sekolah pertama kita dalam menuntut ilmu. Darinyalah kita belajar bersikap sopan, lembut, berperilaku baik dan berkata jujur. Dialah teladan pertama bagi seorang anak dalam keluarga.

Hal ini pun ditegaskan oleh Ummu Syafa Suryani Arfah dalam bukunya yakni Menjadi Wanita Shalihah. Isi dari buku tersebut ialah peranan seorang ibu adalah sebagai shibgah (pencelupan) pertama bagi karakter, watak serta kepribadian anak. Ia merupakan bayangan yang paling mendekati dengan kepribadian anak, jika ia baik maka akan baik pula lah anak-anaknya.

Segala perilaku yang tercerminkan oleh sang ibu akan menjadi suri tauladan bagi keluarganya, terutama bagi putra-puterinya. Karena dari sanalah akan tumbuh kepribadian anak secara bertahap. Ibu yang dengan sungguh-sungguh menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam keluarga, maka akan mampu melahirkan anak-anak sholeh yang kelak menjadi tunas berdirinya masyarakat yang islami. Seorang ibu harus berusaha sedemikian rupa agar rumah tangganya menjadi terarah dan teratur yang menceriminkan kepribadian yang islami. Akan tetapi pada kenyataanya, banyak diantara para ibu yang tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik di dalam keluarga. Misalnya seorang ibu yang kesehariannya sibuk dengan karir dan pekerjaannya. Ia menyerahkan tanggung jawab terbesar dalam pendidikan kepada pihak sekolah. Sedangkan ketika di rumah, sang anak diasuh oleh pembantu. Ketika pulang ke rumah, sang anak sudah terlelap tidur. Alhasil, interaksi dan waktu bersama anak pun hampir tidak ada. Hal ini menyebabkan kurangnya perhatian pada anak yang dapat berujung pada hal-hal negatif yang sangat mungkin terjadi. Adapula seorang ibu yang tak tahu cara menghadapi anak karena faktor pendidikan serta pengetahuan agama dari sang ibu yang sangat minim. Akhirnya pola mendidik anak tidak terkonsep dengan baik.

Sungguh ironis, di satu sisi orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang berguna, berbakti, sholih dan sholihah. Akan tetapi keinginan tersebut tidak diimbangi dengan persiapan dan pembekalan yang cukup untuk menjadi orang tua yang baik yang mampu mendidik anaknya dengan penuh ilmu dan cinta. Di sisi lain, para orang tua sibuk di luar rumah dengan pekerjaan mereka tanpa adanya kesadaran untuk memberikan perhatian yang cukup pada anak-anak mereka.

Dalam menjalankan peranannya, ibu harus membekali diri sebaik mungkin dalam rangka menunjang tanggung jawab yang akan ia jalani. Karenanya seorang ibu membutuhkan perencanaan serta tindakan yang terkonsep agar dapat mendidik anak-anaknya dengan baik. Seorang ibu yang ideal setidaknya harus mampu mempelajari beberapa hal seperti keharusan mengenali diri sendiri, kemampuan membentuk pribadi yang beriman dan bertaqwa, memiliki pemahaman agama yang baik, memiliki pengetahuan dalam bidang kesehatan meskipun sedikit, mampu mengatur rumah tangga, terampil dalam mengolah sesuatu, dan sejumlah kemampuan lainnya.

Ibu memiliki andil serta peranan yang esensial bagi pendidikan anak-anaknya sejak dilahirkan. Karenaya merupakan suatu hal yang teramat penting untuk belajar menjadi seorang ibu yang ideal bagi keluarganya. Kita sebagai kaum wanita yang juga merupakan calon ibu bagi anak-anak kita, kelak akan mewarisi tanggung jawab yang besar sebagaimana yang telah saya jelaskan tadi di awal. Marilah kita sama-sama belajar untuk mewujudkan pribadi yang kuat dalam rangka mempersiapkan calon ibu yang tangguh di masa depan!

Demikian pidato singkat yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat khilaf dan kata-kata yang kurang berkenan dalam pidato yang saya sampaikan. Karenanya saya mohon maaf dan hanya kepada Allah saya memohon ampunan.

Wabillahitaufik walhidayah, Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *