Contoh Kerangka Penulisan Bab 1 untuk Skripsi dan Tesis

Wawasan Edukasi – Hampir semua mahasiswa menganggap bahwa menulis skripsi maupun tesis adalah hal yang membosankan, menjenuhkan dan semua yang buruk tentangnya.

Akan tetapi, skripsi dan tesis adalah hal yang mutlak harus dikerjakan bagi setiap mahasiswa. Skripsi maupun tesis tidak akan pernah selesai bila kamu hanya membayangkan sulitnya saja. Padahal, bila dikerjakan semuanya akan terasa mudah. Memang, bagi sebagian orang terkadang diperlukan motivasi tambahan agar tetap konsisten dalam mengerjakan skripsi maupun tesisnya.

Selain karena jenuh, tidak sedikit mahasiswa yang malas mengerjakan skripsi ataupun tesisnya karena tidak mengetahui bagaimana harus memulai dalam menulis, atau bahkan memulai sebuah penelitian.

Bagi kamu yang masih merasa bingung bagaimana menyusun skripsi dan tesis, berikut ini adalah contoh kerangkan penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis. Baca perlahan sampai habis.

A. Latar Belakang
Pada suatu karya tulis ilmiah, latar belakang merupakan kumpulan masalah dan juga gagasan singkat yang diajukan oleh peneliti sebagai bentuk solusi dari sekumpulan masalah yang telah ditemukan.

Masalah-masalah ini biasanya diperoleh peneliti pada saat melakukan observasi lapangan atau pengamatan sederhana. Bisa juga masalah itu diperoleh dari studi pendahuluan atau diperoleh dari penelitian terdahulu. Bila penelitiannya merupakan penelitian lanjutan, maka masalahnya dapat diperoleh dari kekurangan-kekurangan pada penelitian terdahulu dimana nantinya solusi yang ditemukan dijadikan sebagai pelengkap.

Contoh Kerangka Penulisan Bab 1 untuk Skripsi dan Tesis

Beberapa kriteria yang dapat dimasukkan sebagai masalah maupun solusi dalam latar belakang setidaknya memenuhi kriteria berikut ini.

  1. Masalah yang dimasukkan ke dalam latar belakang harus sesuai dengan fakta.
  2. Masalah yang diperoleh dari hasil pengamatan secara langsung dengan cara melakukan wawancara atau dari pengalaman peneliti selama melakukan observasi.
  3. Masalah dapat juga diambil dari keterbatasan penelitian yang terdahulu yang masih relevan.

Sebagai saran, bila kamu tidak menemukan masalah atau belum menemukan masalah yang sesuai dengan fakta, maka jangan pernah mengambil suatu permasalahan yang mengada-ada atau fiktif. Karena hal ini nantinya akan menyusahkan kamu sendiri.

Jangan hanya terfokus pada satu masalah yang menjadi keyakinan kamu bahwa itu adalah masalah utama. Bila itu tidak berdasar data yang akurat, maka hasilnya akan jauh berbeda dari dugaan awal kamu.

Ada baiknya bila memasukkan berbagai macam masalah agar nantinya peneliti tidak terjebak pada asumsi yang dibangunnya sendiri. Pada akhirnya nanti solusi yang diberikan adalah solusi yang memang sudah direncanakan di awal penelitian.

Perlu diketahui, bahwa penelitian yang baik adalah penelitian yang dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan.

Kejelasan suatu masalah juga harus menjadi pertimbangan dalam memilih masalah penelitian. Bila kamu tidak bisa menjelaskan secara detail apa maksud dari masalah tersebut, maka itu bisa membuat kamu berputar-putar dalam mencari penjelasan mengenai masalah yang kamu angkat. Masalah yang tidak bisa didefinisikan akan menjadikan karya tulis ilmiah atau laporan kamu menjadi tidak terarah.

Selanjutnya adalah solusi yang akan kamu berikan. Penelitian yang baik adalah mencari atau menemukan masalah terlebih dahulu, baru kemudian memikirkan solusi. Banyak mahasiswa yang terjebak dengan solusi atau gagasan yang dimilikinya sejak awal. Sehingga pada saat melakukan penelitian banyak dari mereka merasa kebingungan karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Jadilah kamu memanipulasi data agar data yang kamu peroleh dapat sesuai dengan harapan yang kamu bangun sejak awal.

Jadi, mulai sekarang belajarlah untuk selalu mencari solusi bila masalah sudah ada (dalam penelitian). Carilah landasan teori ataupun hasil penelitian sebanyak mungkin agar solusi yang akan kamu berikan memiliki landasan yang kuat.

Pada latar belakang, pada umumnya orang akan mengatakan sesuatu yang buruk mengenai obyek yang akan diteliti. Bila hal ini tidak berdasarkan fakta, maka anda akan dituduh sebagai seorang yang suka memfitnah.

Jadi alangkah baiknya bila anda selalu mengedepankan sumber data yang akan anda jadikan sebagai suatu problematika yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian anda.

Sumber data yang layak anda jadikan referensi adalah data yang tidak lebih dari 5 atau 8 tahun yang lalu. Kenapa hal ini juga harus dipertimbangkan? karena bila sumber data sudah terlalu lama, dikhawatirkan sudah tidak lagi relevan dengan masa sekarang saat anda melakukan penelitian.

Akan tetapi bila teori yang sedang anda teliti belum mendapatkan solusi, maka hal itu tidak menjadi masalah. Namun tetap, pastikan bahwa teori itu memang benar-benar belum mendapatkan solusinya. Sehingga anda merasa harus mengkajinya lebih dalam lagi.

B. Identifikasi Masalah 
Identifikasi masalah ditulis dalam bentuk point yang didahului dengan menuliskan beberapa harapan yang akan diperoleh dari penelitian yang anda lakukan. Tidak lupa untuk memberikan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan.

Masalah disini adalah masalah-masalah yang telah anda kemukakan pada latar belakang. Kumpulan masalah yang anda tulis harus berdasarkan fakta. Dari mana memperolehnya? sekilas di atas sudah disebutkan, diantaranya melalui angket, observasi, ataupun jurnal.

Contohnya:

  • Pemanfaatan mobile learning pada sekolah X di kota Z masih sangat minim
  • Guru pada sekolah X hanya memberikan tugas dan latihan soal kepada peserta didik sehingga peserta didik tidak terlalu menguasai ketrampilan proses sains dengan baik.

C. Batasan Masalah 
Batasan masalah disini adalah pemilihan masalah yang dianggap oleh peneliti paling penting dan urgent sehingga sangat perlu untuk dilakukan penelitian guna menyelesaikan atau menemukan solusi dari masalah tersebut.

Masalah yang telah dipilih haruslah dijabarkan dengan sangat rinci dengan beberapa indikator. Tujuannya adalah untuk dapat mengetahui beberapa perubahan dapat diketahui dengan jelas setelah pemberian perlakuan (treatment).

Pada identifikasi masalah, masalah yang cocok dan layak diteruskan adalah masalah yang memiliki variabel-variabel yang bersesuai dengan masalah yang akan diteliti. Variabel-variabel tersebut pada umum disebut dengan istilah variabel bebas dan variabel terikat (penelitian paling sederhana yang melibatkan 1 variabel bebas dan 1 variabel terikat).

Baca: Definisi dan pengertian variabel 

D. Rumusan Masalah 
Rumusan masalah merupakan turunan dari identifikasi masalah yang telah dipaparkan. Rumusan masalah pada umumnya berisi mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sekilas memberikan jawaban antara iya atau tidak, dapat atau tidak dapat, berfungsi atau tidak dan lainnya.

Rumusan masalah ini akan terjawab pada saat analisis telah dilakukan.

Sebagai contoh

  • Apakah media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik?
  • Apakah terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan ketika peserta didik belajar menggunakan metode A dengan peserta didik yang menggunakan metode B?
Jika melihat dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa jawaban yang akan diperoleh peneliti adalah sesuai dan tidak sesuai, efektik dan tidak efektif. Hal ini berdasarkan dengan apa yang telah menjadi rumusan masalah dan harapan yang anda tuliskan di awal.
Bila hasilnya tidak sesuai dengan harapan, maka bisa dikatakan rancangan atau gagasan yang anda buat tidak sejalan dengan hasil yang anda peroleh.
Hal ini pada umumnya dapat terjadi karena si peneliti kurang cermat dalam menjabarkan suatu masalah dan menguraikannya sehinnga solusi yang dibangun tidak tepat sasaran. Bisa juga karena masalah yang dimunculkan pada penelitian tersebut merupakan masalah yang lemah atau masalah yang diada-adakan (yang pernah mengalami penelitian seperti ini hayoo ngacung , , , ^_^)
Untuk itu, kajilah secara seksama apa saja yang akan menjadi objek penelitian anda. Sehingga anda terhindar dari solusi yang tidak tepat sasaran.
E. Tujuan Penelitian 
Tujuan penelitian adalah paparan mengenai jawaban yang didapatkan berdasarkan rumusan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Oleh karena penulisan tujuan Penelitian tidak boleh jauh-jauh dari Rumusan masalah. Contohnya: Untuk mengetahui daya hantar tembaga terhadap listrik. (Deskriptif kuantitatif dalam bidang Sains) Untuk mengetahui apakah tembaga dapat menghantarkan listrik jauh lebih baik dibandingkan dengan emas. (Perbandingan dalam bidang sains) Untuk mengetahun apakah terdapat perbedaan positif yang signifikan antara penggunaan e-modul dan konvensional modul terhadap hasil belajar bahasa Indonesia di kabupaten Bantul. (Pada bidang pendidikan)
F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan (Pada Penelitian R & D ) 
Spesifikasi produk yang dikembangkan adalah rincian mengenai produk. Rincian berisi ukuran, bentuk, warna serta penjelasan singkat mengenai tata cara penggunaan produk. Spesifikasi produk juga berisi tentang perbedaan dan keunggulan yang masih pada tataran teoretik berdasarkan pengembang.
G. Asumsi dan Keterbatasan (Pada Penelitian R & D ) 
Asumsi – Adalah anggapan yang ada dilapangan serta berkaitan dengan penelitian yang kebenarannya sudah dapat diterima secara umum tanpa perlu dilakukan pembuktian. Misalnya: Peserta didik pada tingkat SMA sudah mampu berfikir secara konkret operasional dengan rentang usia mulai dari 15 sampai dengan 19 tahun. Anggapan sudah didukung secara teoritis sehingga dan dapat diterima secara umum sehingga tidak perlu lagi dibuktikan terlebih dahulu melalui proses pengukuran. Keterbatasan – Keterbatasan penelitian adalah gambaran mengenai dimana produk dikembangkan dan diujicobakan sehingga untuk calon pengguna produk dapat mengetahui kekurangan jika produk tersebut digunakan dalam kondisi lain, misalnya : Pengembangan oli Sintesis dilakukan dan di uji coba pada daerah Khatulistiwa dengan suhu rata-rata harian berkisar dari 24 sampai dengan 33 derajat Celsius. Hal ini akan memberikan gambaran bahwa bagi mereka yang tinggal di kutub masih membutuhkan penelitian atau bahkan modifikasi struktur dari oli dalam penggunaan produk.

Contoh Bab 1 Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembelajaran merupakan pusat kegiatan belajar mengajar yang terdiri dari guru dan siswa yang bermuara pada pematangan intelektual, kedewasaan emosional, ketinggian spiritual, kecakapan hidup, dan keagungan moral. Sebagian besar waktu anak dihabiskan untuk menjalani rutinitas pembelajaran setiap hari. Bahkan, dalam ekstra kurikulerpun pembelajaran masih terus berlangsung. Relasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran ini sangat menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan.

Disinilah, pada proses pembelajaran dituntut adanya pembelajaran kreatif. Pembelajaran dimana seorang guru mampu membuat sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata pada proses pembelajaran sehingga mampu menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat membuat siswa bersemangat.

Oleh karena itu, dengan menerapkan kegiatan pembelajaran berbasis permainan yang merupakan salah satu dari pembelajaran kreatif atau creative learning diharapkan dapat diciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Selain itu juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan harapan dan tujuan. Terlebih lagi pembelajaran fisika yang berkaitan dengan konsep-konsep abstrak, sehingga pemahamannya membutuhkan daya nalar yang tinggi. Maka dari itu, dibutuhkan ketekunan, keuletan, perhatian, dan tentunya motivasi yang tinggi untuk memahami materi pelajaran fisika.

Masalah utama yang sering mengakibatkan prestasi belajar fisika masih sangat rendah adalah banyaknya siswa yang menganggap bahwa fisika adalah mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Terlebih lagi metode pembelajaran yang digunakan guru kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Permasalahan dalam proses belajar mengajar juga terjadi di MTsN Takeran. Pada saat peneliti melakukan observasi langsung di kelas saat PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) terlihat bahwa pada saat pengajaran, guru lebih dominan di dalam kelas, siswa cenderung diam dan pasif di tempat duduk, mendengar dan menerima materi yang disajikan guru. Jarang sekali ada siswa yang bertanya pada saat pelajaran berlangsung, walaupun mereka kurang memahami materi tersebut. Selain itu prestasi belajar siswa di sekolah ini termasuk kurang, hal ini terbukti dengan hasil ulangan harian masih banyak siswa yang nilainya dibawah standar ketuntasan belajar mengajar (SKBM) yaitu 70. Aktifitas belajar siswa pada kelas ini belum pernah diukur. Aktifitas yang dimaksud adalah keterlibatan dan kerjasama siswa dalam kelompok untuk menyelesaikan soal pada proses pembelajaran.

Oleh karena itu, pembelajaran melalui permainan dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran fisika dengan harapan dapat membuat siswa belajar dalam suasana menyenangkan dan lebih bersemangat, sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang maksimal. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Creative Learning Melalui Permainan Kuis Tebak-Tebakan Untuk Meningkatkan Aktifitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII C MTsN Takeran Tahun Pelajaran 2010/2011”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Aktifitas siswa dalam pembelajaran belum pernah diukur.
2. Hasil belajar fisika pada ranah kognitif dibawah standart ketuntasan belajar minimal (SKBM) karena banyaknya siswa yang menganggap bahwa fisika adalah mata pelajaran yang sulit dan membosankan.
3. Metode pembelajaran yang digunakan guru kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar, siswa cenderung diam dan pasif di tempat duduk, mendengar dan menerima materi yang disajikan guru.

C. Rumusan Masalah dan Pemecahannya
1. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Apakah penerapan model pembelajaran creative learning permainan kuis tebak-tebakan dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas VIII C MTsN Takeran Tahun Pelajaran 2010/2011?
b. Apakah penerapan model pembelajaran creative learning permainan kuis tebak-tebakan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII C MTsN Takeran Tahun pelajaran 2010/2011?
2. Pemecahannya
Adapun rencana pemecahan masalah yang dilakukan peneliti yaitu:
a. Penyusunan RPP yang memuat desain pembelajaran kreatif atau cretive learning.
b. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai RPP, antara lain pembentukan kelompok, penerapan model pembelajaran, pelaksanaan soal tes.
c. Observasi saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung.
d. Merefleksi hasil dari tindakan pada tiap siklus.

D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas VIII C MTsN Takeran Tahun Pelajaran 2010/2011.
2. Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII C MTsN Takeran Tahun Pelajaran 2010/2011.

E. Manfaat Hasil Penelitian
Hasil dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi siswa, guru, sekolah dan peneliti sebagai suatu sistem pendidikan dalam upaya peningkatan proses pembelajaran.
1. Bagi siswa
Dengan menggunakan permainan kuis tebak-tebakan dapat meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar siswa.
2. Bagi guru
Guru termotivasi untuk kreatif dan inovatif dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi, sehingga proses pembelajaran akan terasa menarik dan menyenangkan.
3. Bagi sekolah
Dapat digunakan sebagai masukkan dan bahan pertimbangan untuk meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
4. Bagi peneliti
Dapat menambah wawasan dan pengalaman, serta mampu menciptakan inovasi baru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Sumber Rujukan dan Bacaan

  • Kerlinger, F.N. (2006). Asas-Asas Penelitian Bevavioral. Yogyakarta : UGM
  • McMillan, J.H., & Schumacher, S (2010). Research in Education: Evidence-Based Inquiry, 7th-ed. Virginia: Pearson
  • Stoner, J.A.F. (1982). Principal of Management 2nd-ed. Publisher, Prentice-Hall

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *