Peran Guru dalam Dunia Pendidikan

Wawasan Edukasi – Peran Guru dan Siswa dalam dunia pendidikan. Ketika muncul permasalahan mengenai pendidikan, selain membicarakan mengenai perangkat pembelajaran, perbincangan seharusnya juga mengarah pada guru dan siswa. Pendidikan formal pada hakikatnya bertujuan untuk mendidik peserta didik menjadi yang lebih baik dengan peran serta guru dalam mendidiknya.

Dalam hal ini, tugas guru seharusnya tidak hanya sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai konselor, guru bk, atau bahasa kerennya teman curhat bagi setiap peserta didik yang diajarnya. Dalam dunia pendidikan, guru memegang peran penting untuk membentuk generasi bangsa yang lebih berbudi pekerti, berakhlaq dan berilmu tinggi.

Jika dahulu sebelum era kemerdekaan, istilah yang melekat pada guru adalah “Pahlawan tanpa tanda jasa”. Istilah ini memang benar adanya, pada waktu itu, guru tidak memikirkan berapa bayaran yang akan mereka terima. Merika mengajar mendidik peserta didik merupakan panggilan jiwa dan pengabdian kepada negara. Namun saat ini, guru seolah kehilangan jati dirinya sebagai “Pahlawan tanpa tanda jasa”.

Bukan mau merendahkan atau mengungkit soal istilah yang melekat pada guru. Jiwa yang hilang lebih disebabkan karena kebutuhan ekonomi yang saat ini semakin mendesak dan harga-harga bahan pokok yang juga semakin melambung tinggi, sehingga wajar bila seorang guru menuntut kesejahteraan hidupnya.

Namun, jika melihat kutipan dari Wrighman, dalam bukunya Usman (1990) yang menyatakan bahwa peran guru adalah serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan, yang dilakukan dalam situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan anak didik yang menjadi tujuannya. Kutipan tersebut akan menampar kita sebagai seorang guru yang jiwanya masih mengacu pada honor dan tunjangan. Saat seorang guru selalu menerapkan honor dalam setiap pekerjaannya, maka panggilan jiwa sebagai pendidik akan sulit diterima bila honor tidak sesuai dengan kerjanya.

Sesungguhnya pantas bila seorang guru menuntut yang lebih soal honor yang akan diterima, melihat tugas yang diberikan negara terlalu besar dan banyak. Banyak yang mengeluh, bila seorang guru dituntut hanya mengajar dan mendidik saja tentu akan mudah dilakukan bagi setiap guru. Namun bila sekarang harus memenuhi segala administrasi seperti membuat rpp, silabus, mengisi tetek bengek lainnya yang memang membutuhkan waktu yang banyak maka fokus guru dalam mengajar akan terpecah. Ini juga akan berdampak pada performa guru dalam mengajar menjadi tidak optimal.

Jika kita melihat kembali ke masa lalu, guru sangat dihormati oleh masyarakat bahkan sampai ada yang memberikannya atau menghadiahi sepetak tanah untuk dirinya. Hal itu dilakukan oleh masyarakat karena mereka yakin akan kinerja guru. Mereka juga beranggapan bahwa gurulah yang dapat mendidik dan menjadikannya anak yang berbudi pekerti luhur. Maka sudah sepantasnya bila guru pada waktu sangat dihormati dan disegani.

Pengembangan profesionalisme guru pada saat ini sebenarnya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan seorang guru dalam mendidik. Disamping itu, guru juga harus pandai dan menguasai berbagai macam teknologi agar tidak digeser oleh guru yang melek teknologi.Namun kembali lagi, tugas utama seorang guru adalah memberikan ilmu dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam sanubari peserta didik agar tidak salah dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh nantinya.

Seorang guru akan mampu mendidik peserta didiknya bila dirinya mengetahui bagaimana psikologi peserta didiknya. Meikeljohn beranggapan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menjadi guru sejati bila dirinya tidak menempatkan diri atau menjadikan dirinya sebagai bagian dari peserta didik yang memahami semua karakter peserta didiknya. Seorang guru yang mampu mengerti dan memahami kondisi peserta didiknya akan lebih disenangi dan akan mudah didengar oleh setiap siswanya.

Definisi Seorang Guru dalam Dunia Pendidikan
Sebutan guru memang sudah tidak asing lagi ditelinga setiap orang. Namun arti sesungguhnya guru belumlah dimengerti secara betul bagi orang lain maupun bagi guru itu sendiri. Jika mendengar kata sekolah, maka kata guru juga tidak akan pernah lepas dari itu. Karena sudah barang pasti bila sekolah tidak ada guru, maka seperti bangunan yang tidak berarti. Karena guru memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan sekolah dan dunia pendidikan, maka perlu bagi kita untuk mengetahui sebenarnya apa yang disebut dengan guru.

Secara sederhana guru dapat diartikan sebagai orang yang pekerjaannya adalah mengajar. Sedangkan Uzer Usman berpendapat bahwa guru merupakan jabatan atau sebuah profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai seorang guru. Senada dengan itu, Abdurrahman beranggapan bahwa seorang guru adalah masyarakat yang berkompeten dan dipercaya oleh masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan suatu tugas, mandat, dan memiliki tanggung jawab dalam lembaga pendidikan sekolah maupun lembaga pendidikan luar sekolah.

Kedua pendapat tersebut memberikan kita pengetahuan bahwa guru merupakan suatu profesi yang pelakunya diwajibkan untuk memiliki kemampuan khusus dan profesional dalam bidang keguruan. Profesi yang disandang seorang guru adalah profesi yang dianggap terhormat bagi masyarakat karena peran seorang guru yang dapat memberikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat umum.

Guru tidak hanya identik dengan guru yang mengajar di sekolah-sekolah formal. Ustad, pembicara seminar, teman sejawat, atau orang yang tidak dikenal sekalipun bila mereka mampu memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita maka pantas bagi kita menganggap mereka sebagai guru.

Bila melihat definisi guru di atas, maka orang yang memiliki profesi sebagai guru harusnya memiliki kewajiban dalam mencerdaskan dan membentuk budi pekerti bagi setiap peserta didiknya.

Dari hal itu, bisa dibilang bahwa guru memiliki peran ganda. Selain sebagai sumber ilmu, guru juga berfungsi sebagai orang tua pada saat di sekolah yang memiliki kewajiban selayaknya orang tua di rumah. Seperti halnya yang pernah disampaikan oleh Sardiman, A. M., bahwa guru tidak hanya mentransfer knowledge, tetapi juga sebagai pendidik yang mentransfer values dan sekaligus sebagai pembimbing yang dapat memberikan solusi dari setiap permasalahan yang dialami oleh peserta didik.

Baca juga: Komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *