Makanan Sehat bagi Tubuh yang bagus dikonsumsi Oleh Manusia

Wawasan Edukasi. Makanan Sehat bagi Tubuh yang sebaiknya dikonsumsi oleh manusia – Kalian pasti sudah tahu mengenai aneka ragam makanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia? Dari semua makanan itu, apakah kalian semua menyukainya? Tentu tidak, ada sebagian orang menyukai makanan ini, dan ada sebagian lagi tidak menyukainya. Itu merupakan soal selera yang tidak dapat dipaksakan. 
Sudah tahukan Anda, bahwa makanan yang kita makan akan mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh kita? Tidak semua makanan bagus untuk kesehatan tubuh kita. Contohnya adalah makanan yang tinggi kolesterol, ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda. Tidak hanya itu, makanan yang mengadung banyak kadar gula juga akan memicu penyakit diabetes bagi seseorang. Oleh karena itu, bila ingin kesehatan terus prima, ada baiknya untuk selektif dalam memilih makanan.
Lantas,  bagaimana  cara  memilih makanan yang baik dan menyehatkan? Simak materi berikut agar Anda
dapat memilah dan memilih makanan yang akan Anda konsumsi.
A. Makanan Sehat bagi Tubuh yang bagus dikonsumsi Oleh Manusia
Kebutuhan manusia akan makanan memang tidak dapat dihindarkan. Makanan yang dikonsumsi manusia berperan sebagai sumber tenaga untuk beraktivitas sehari-hari. Makanan yang dikonsumsi juga berperan untuk menjaga dan memelihara jaringan sel tubuh dan juga kesehatan.  Oleh karena itu, diperlukan makanan yang mengandung banyak gizi untuk kita makan. 
Pemenuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan sehat. Makanan sehat dalam hal ini adalah makanan dengan jumlah gizi seimbang seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air, dan mineral. Untuk lebih jelasnya mengenai gizi yang dibutuhkan oleh manusia, yuk simak lagi penjelasannya.
Karbohidrat
Karbohidrat merupakan suatu molekul yang tersusun dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) yang terdapat dalam beberapa jenis makanan. Karbohidrat sendiri dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu: monosakarida,  disakarida,  dan  polisakarida. Karbohidrat banyak dijumpai pada makanan seperti padi, jagung, kentang, ketela pohon, sagu, dan gandum. Karbohidrat memiliki beberapa fungsi berikut.
  • Sebagai sumber energi utama, 1 gram karbohidrat akan menghasilkan 4,1 kalori.
  • Bahan pembentuk senyawa kimia yang lain, misal lemak dan protein.
  • Membantu berlangsungnya proses buang air besar.
  • Sebagai komponen penyusun gen dalam inti sel.
  • Membantu proses penyerapan kalsium.
  • Menjaga keseimbangan asam dan basa.
Di dalam tubuh, karbohidrat akan mengalami proses pencernaan yaitu proses hidrolisis. Proses hidrolisis untuk mencerna karbohidrat ini terjadi pada mulut dan usus. Proses hidrolisis dari karbohidrat akan menghasilkan glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa, dan monosakarida lainnya. 
Penyerapan berbagai jenis glukosa tersebut terjadi pada dinding usus halus dan kemudian dibawa ke hati oleh darah. Di dalam hati, fruktosa dan galaktosa akan diubah menjadi glukosa. Di dalam hati, glukosa akan mengalami dua proses, pertama,  glukosa  akan  beredar  bersama  aliran  darah  untuk  memenuhi kebutuhan  energi  sel-sel tubuh. Kedua, jika terdapat kelebihan glukosa maka glukosa tersebut akan diubah menjadi glikogen dengan bantuan  hormon  insulin.  Hal  ini  untuk  menjaga  keseimbangan  gula  darah. 
Glikogen yang dihasilkan dari kelebihan glukosa dalam hati, akan berfungsi sebagai energi tambahan. Glikogen akan dapat digunakan bila ada bantuan hormon adrenalin. Dengan bantuan hormon adrenalin, glikogen akan kembali dirubah menjadi glukosa yang berfungsi sebagai energi tubuh. 
Perubahan glukosa menjadi energi tubuh diperlukan proses oksidasi. Proses oksidasi berlangsung secara bertahap, mulai  dari  glikolisis,  siklus  Krebs, dan sistem transpor elektron.
Sebagai peringatan bagi yang gemar mengkonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi, akan sangat berpotensi mengalami penyakit diabetes melitus, karies gigi, dan obesitas. Seseorang  dikatakan  obesitas  jika  berat  badannya  kelebihan  20%  dari  berat  badan normal. Obesitas dapat memicu penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan strok.
Lemak
Lemak tersusun dari unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan kadang-kadang fosfor (P) serta nitrogen (N). Lemak merupakan makromolekul. Jika dipecah (dihidrolisis), lemak akan menghasilkan tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol. Oleh karena itu, lemak juga dikenal sebagai trigliserida. Senyawa-senyawa  lemak  berdasarkan  komposisi  kimianya  dibedakan  menjadi  tiga  yaitu  lemak sederhana, lemak campuran, dan derivat lemak.
Sumber  lemak  ada  dua  yaitu  lemak  nabati  dan  lemak  hewani.  Bahan  makanan  yang  mengandung lemak  nabati  yaitu  kelapa,  kemiri,  zaitun,  kacang  tanah,  dan  buah  avokad.  Bahan  makanan  yang mengandung lemak hewani antara lain daging, keju, mentega, susu, telur, dan ikan segar. Di dalam tubuh, lemak mempunyai beberapa fungsi penting berikut.
  • Penghasil energi tertinggi, 1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori.
  • Pelindung tubuh dari pengaruh suhu rendah.
  • Pelindung alat-alat tubuh yang lunak.
  • Pelarut vitamin A, D, E, dan K.
  • Salah satu bahan penyusun membran sel.
  • Salah satu bahan penyusun hormon dan vitamin (khusus untuk sterol).
  • Salah satu bahan penyusun garam empedu, asam kholat (di dalam hati), dan hormon seks (khusus untuk kolesterol).
  • Penahan rasa lapar karena pencernaan lemak membutuhkan waktu lebih lama.
Pencernaan  lemak  terjadi  di  dalam  usus  halus  dengan  bantuan  enzim  lipase.  Enzim  lipase  berfungsi untuk menghidrolisis atau memecah lemak. Di dalam usus halus, lemak merangsang pengeluaran hormon kolesistokinin. Hormon kolesistokinin mengakibatkan kantong empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum. Cairan empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak atau memecah lemak  menjadi  butiran  lemak  yang  berukuran  kecil.  Selanjutnya,  enzim  lipase  akan  menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan monogliserida (gliserida tunggal). Asam lemak dan monogliserida akan diabsorpsi darah melalui sel-sel mukosa pada dinding usus halus. Keduanya diubah kembali menjadi lemak  (trigliserida)  dengan  bentuk  partikel-partikel  kecil  (jaringan  lemak).  Timbunan  lemak  tersebut  akan diangkut menuju hati.
Protein
Protein merupakan suatu senyawa organik yang tersusun oleh unsur-unsur C, H, N, O, dan kadang-kadang  juga  mengandung  unsur  S  dan  P.  Komponen  dasar  dari  senyawa  protein  adalah  asam  amino. Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida. Ikatan peptida adalah ikatan antara gugus karboksilat satu asam amino dengan gugus amin asam amino lain yang ada di sampingnya. Asam amino yang membentuk rantai panjang ini disebut protein (polipeptida).
Asam amino dibedakan menjadi tiga golongan yaitu asam amino esensial, semiesensial, dan nonesensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang diperoleh dari luar tubuh karena sel-sel tubuh tidak dapat mensintesisnya.  Asam  amino  semiesensial  adalah  asam  amino  yang  dapat  menghemat pemakaian  asam  amino  lainnya.  Asam  amino  nonesensial  adalah  asam  amino  yang  dapat  disintesis  di dalam tubuh manusia dengan bahan baku asam amino lainnya. 
Berdasarkan sumbernya, protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani. Protein nabati dapat  diperoleh  dari  kacang-kacangan  dan  sayur-sayuran.  Protein  hewani  dapat  diperoleh  dari  daging, ikan, susu, dan telur. Di dalam tubuh, protein memiliki beberapa fungsi penting sebagai berikut.
  • Mendorong pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan struktur tubuh mulai dari sel, jaringan, hingga organ.
  • Menyediakan energi, 1 gram protein dapat menghasilkan energi 4,1 kalori.
  • Menyeimbangkan cairan dalam tubuh
  • Mensintesis substansi-substansi penting, misal hormon, enzim, antibodi, dan kromosom.
  • Memacu berbagai reaksi kimia dan biologis (biokatalisator).
  • Berperan sebagai sistem buffer (penyangga pH) yang efektif.
Kekurangan protein dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit kwashiorkor dan marasmus. Gejala-gejala penyakit kwashiorkor dan marasmus antara lain sebagai berikut.
  • Pertumbuhan  terhambat.
  • Hilangnya simpanan lemak di bawah kulit.
  • Timbul edema.
  • Menurunnya respons saraf psikomotorik.
Pencernaan protein dimulai di lambung oleh enzim pepsin. Enzim pepsin aktif pada pH 2–3 (suasana asam). Enzim pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan meliputi 10–30% dari pencernaan protein total. Di dalam lambung, protein masih dalam bentuk proteosa, pepton, dan polipeptida. Setelah  memasuki  usus  halus,  protein  akan  dicerna  oleh  enzim  tripsin,  kimotripsin,  dan  peptidase. Enzim tripsin dan kimotripsin dapat memecah molekul protein menjadi peptida. Selanjutnya, peptidase/erepsin akan memecah  peptida  menjadi  asam-asam  amino.  Asam  amino  tersebut  akan  diabsorpsi  oleh  dinding  usus halus dan masuk ke pembuluh darah. Sebagian asam amino langsung digunakan oleh jaringan dan sebagian lain mengalami proses pelepasan gugus amin di hati.
Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh. Apabila di dalam tubuh terjadi kelebihan protein maka protein tersebut akan dirombak di hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N dan senyawa yang tidak mengandung unsur N. Senyawa yang mengandung unsur N, misal NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida).  Senyawa  yang  mengandung  unsur  N  akan  disintesis  menjadi  urea.  Pembentukan  urea berlangsung  di  dalam  hati  karena  sel-selnya  memproduksi  enzim  arginase.  Urea  yang  dihasilkan  tidak diperlukan oleh tubuh dan akan dikeluarkan bersama urine. Sementara itu, senyawa yang tidak mengandung unsur  N  akan  mengalami  sintesis  ulang  menjadi  bahan  baku  karbohidrat  dan  lemak.  Dengan demikian, kedua zat tersebut dapat dioksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi
Vitamin 
Vitamin adalah  zat  organik  yang  diperlukan  tubuh  untuk  memperlancar  metabolisme.  Vitamin  tidak disintesis  di  dalam  tubuh  kecuali  vitamin  K.  Tubuh  memerlukan  vitamin  dalam  jumlah  sedikit. Meskipun diperlukan  dalam  jumlah  sedikit,  kebutuhan  vitamin  harus  tetap  terpenuhi.  Kekurangan  vitamin  dapat mengakibatkan penyakit defisiensi yang disebut avitaminosis.
Mineral
Mineral  merupakan  substansi  anorganik  yang biasa ditemukan  dalam  bentuk  ion. Mineral dibagi menjadi  dua  golongan  yaitu  unsur  makro  (makroelemen)  dan  unsur  mikro  (mikroelemen). Unsur makro yaitu  unsur-unsur  yang  diperlukan  tubuh  dalam  jumlah  banyak,  misal  natrium,  kalium,  kalsium, fosfor, magnesium, dan belerang. Unsur mikro adalah unsur-unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, misal mangan, seng, tembaga, dan kobalt.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Lisosom

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *