Definisi Model Pembelajaran

Definisi Model Pembelajaran

Wawasan Edukasi – Sebuah model pembelajaran adalah sebuah rencana atau pola yang mengorganisasi pembelajaran dalam kelas dan menunjukkan cara penggunaan materi pembelajaran. (Supriyono, 2003: 60). Setiap guru yang mengajar dalam kelas, tentulah berbeda cara mengajarnya dengan guru-guru yang lain. Menjadi guru memang dituntut harus mampu mengelola kelas secara profesional. Baik dari segi penyampaian materi maupun dari segi administratif semisal pembuatan rpp, silabus dan berbagai macam administratif yang dibutuhkan seorang guru.

Sebagian orang juga mengartikan model pembelajaran sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran juga memiliki arti yang hampir sama dengan pendekatan, strategi, atau metode pembelajaran. Banyaknya bermunculan guru profesional yang membawa inovasi dan kreatifitas dalam mengajar memunculkan berbagai macam metode pembelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai diawal pembelajaran.

Fungsi model pembelajaran dalam sebuah kegiatan pembelajaran memang sudah jelas yaitu untuk melakukan pendekatan kepada siswa dan tujuan yang ingin dicapai dengan menggunakan berbagai macam cara yang berbeda. Selain itu, model pembelajaran juga memiliki fungsi untuk membantu siswa dalam memperoleh informasi, gagasan, keterampilan, nilai-nilai, cara berpikir dan pengertian yang diekspresikan mereka. (Syafaruddin, Irwan Nasution, 2005: 182-183)

Berkembang dan bermunculannya berbagai macam model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru sebagai pandangan dalam memilih metode pendekatan kepada siswa tidak semuanya dapat diterapkan dengan dan dapat membantu guru mencapai tujuan yang ingin dicapai. Beberapa model pembelajaran memang dikembangkan untuk suatu kondisi tertentu dan untuk kelompok tertentu. Jadi, jika sebuah model tersebut tidak sesuai dengan kondisi kelas yang sedang kita tangani, maka model tersebut tidak sesuai dan tidak dapat diterapkan dalam kelas tersebut. Model pembelajaran yang tepat adalah model pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran bahan kajian atau pokok bahasan atau sub pokok bahasan tertentu dengan menggunakan waktu, dana tak begitu banyak dan mendapatkan hasil yang dapat diserap siswa secara maksimal.

Penggunaan model pembelajaran juga bertujuan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat didalam sebuah kelas. Olehkarena itu, dimunculkan sebuah model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan yang terdapat pada suatu kelas tertentu. Dari latar belakang inilah mengapa sebuah model pembelajaran terkadang tidak cocok untuk diterapkan di kelas yang berbeda karena permasalahan yang dihadapi juga berbeda dengan kelas sebelumnya. Model dirancang untuk mewakili realitas sesungguhnya, walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dari dunia sebenarnya. Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelompok maupun tutorial (Agus Suprijono, 2011: 46).

Menurut (Trianto, 2010: 51) fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi  perancang pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran . Pedoman disini bukanlah merupakan sebuah pedoman baku yang dapat dijadikan batasan khusus, akan tetapi pedoman disini adalah sebuah pandangan yang dapat dijadikan oleh guru sebagai bahan evaluasi dalam mengatasi permasalahan yang ada didalam kelas. Tidak hanya bersumber pada satu model saja, akan tetapi dapat bersumber dari model yang lainnya yang dirasa sesuai dengan permasalahan yang ada dalam kelas tersebut.

Unsur-unsur model menurut Joyce dan Weil

  • Sintak (syntax) yang merupakan fase-fase (phasing) dari model yang menjelaskan model tersebut dalam pelaksanaannya secara nyata (Joyce dan Weil, 1986:14). Contohnya, bagaimana kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran dilakukan? Apa yang akan terjadi berikutnya? 
  • Sistem sosial (the social system) yang menunjukkan peran dan hubungan guru dan siswa selama proses pembelajaran. Kepemimpinan guru sangatlah bervariasi pada satu model dengan model lainnya. Pada satu model, guru berperan sebagai fasilitator namun pada model yang lain guru berperan sebagai sumber ilmu pengetahuan. 
  • Prinsip reaksi (principles of reaction) yang menunjukkan bagaimana guru memperlakukan siswa dan bagaimana pula ia merespon terhadap apa yang dilakukan siswanya. Pada satu model, guru memberi ganjaran atas sesuatu yang sudah dilakukan siswa dengan baik, namun pada model yang lain guru bersikap tidak memberikan penilaian terhadap siswanya, terutama untuk halhal yang berkait dengan kreativitas. 
  • Sistem pendukung (support system) yang menunjukkan segala sarana, bahan, dan alat yang dapat digunakan untuk mendukung model tersebut.

Ciri-ciri Model Pembelajaran 

  • Rasional teoritik yang logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. 
  • Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. 
  • Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. 
  • Lingkungan belajar yang duperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Daftar Rujukan:
Colin Marsh. (1996). Handbook for beginning teachers. Sydney : 

Addison Wesley Longman Australia Pry Limited. Sardiman, A. M. (2004). Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. Jakarta: Rajawali

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *